Harga Karet Semakin Merosot
27 Agustus 2012 Admin Website Artikel 279

SENDAWAR. Jauh dari prediksi, setelah Lebaran, harga karet justru merosot. Kini berkisar Rp 5.500 hingga Rp 6 ribu per kilogram. Seminggu sebelum Lebaran, malah masih berkisar Rp 6.500 per kilogram.

Ketua Asosiasi Pedagang Karet (APK) Kubar Rinatang mengatakan, merosotnya harga karet merujuk harga karet yang dipatok pabrik di Mojokerto, Jawa Timur dan Banjarmasin, Kalimantan Selatan. “Informasi yang kami terima, disebabkan menurunnya harga karet dunia. Tak hanya karet, harga batu bara ikut anjlok,” ungkap Rinatang kepada harian ini, Minggu (26/8) kemarin.

Dengan kondisi seperti ini, kata dia, pengiriman getah karet ke pabrik dari Kubar harus dikurangi. "Kami hanya berani mengirim ke pabrik selama seminggu sebanyak 23 ton saja," kata dia. Jika sebelum-sebelumnya ketika harga karet mencapai 8 ribu ke atas, bisa mencapai 200 ton pengiriman karet ke pabrik, setiap minggu.

Dia mengatakan, menurunnya pengiriman karet ini disebabkan petani enggan menjual kepada pedagang/pengumpul. Karena jelas merugi akibat merosotnya harga karet. Cbeberapa minggu belakangan kerap hujan, berdampak kepada meruginya petani ketika menores karet. "Jadi ada baiknya petani menyetop menyadap karet daripada merugi," katanya.

Dia menambahkan, APK Kubar memiliki 35 anggota yang tersebar di  Kecamatan Melak, Barong Tongkok, Sekolaq Darat, Tering, Long Iram, dan Nyuatan.

Sekadar diketahui, data Dinas Perkebunan Tanaman Pangan Perikanan dan Peternakan Kubar potensi karet di Kubar sebanyak 34.000 hektare tersebar di beberapa kecamatan di Kubar. Sekitar 17.000 hektare kebun karet sudah panen.

DIKUTIP DARI KALTIM POST, SENIN, 27 AGUSTUS 2012

Artikel Terkait