Potensi Kebun Sawit Menjanjikan
23 Mei 2009 Admin Website Artikel 363
Hal ini diungkapkan oleh Marlon Nainggolan, direktur PT Marli Abadi sebagai produsen pupuk majemuk NPK Green Super 15 yang di produksi oleh CV Alam Anda Jatim.

Marlon Nainggolan bersama Surito, kabid penyuluhan dan produksi Dinas Pertanian, Perkebunan, Perikanan dan Kelautan PPU menyosialisasikan penggunaan pupuk jenis terbaru ini kepada sejumlah petani hortikultura di Kecamatan Babulu dan Kecamatan Penajam, baru- baru ini.

Menurut Marlon, meski kondisi alam dan topografi yang kurang menguntungkan bagi petani di PPU, namun ditunjang dengan sumber daya alam dan kemauan masyarakatnya dalam memberdayakan potensi alam yang tersedia, masyarakatnya dapat mengembangkan potensi alam yang dimiliki guna meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) yang besar. Sehingga, lanjut dia, program-program perencanaan pembangunan dapat terwujud sesuai prioritas kebutuhan masyarakat.

Marlon menilai program yang telah berhasil dibuat oleh Pemkab PPU masih perlu di tingkatkan dengan menambah daya saing menuju peningkatan penghasilan baik bidang pertanian, perkebunan, perikanan, kelautan dan kehutanan.

Untuk itu lanjut Marlon sebagai kabupaten yang baru dimekarkan tentunya masih terdapat banyak sektor yang perlu digalakkan seperti sektor pertanian, perkebunan, perikanan, kelautan dan kehutanan.

Pemerintah Kabupaten PPU dalam mewujudkan Visi Ekonomi Kerakyatan yang dicanangkan Bupati disikapi dengan menggiatkan sektor- sektor tersebut.

Untuk menunjang gerakan ekonomi kerakyatan itu, Marlon mengajak para petani PPU tanpa terkecuali untuk memanfaatkan sebaik- baiknya sebuah jalan kemudahan dengan mengikuti pola pemupukan yang ia perkenalkan pada masyarakat petani di PPU belum lama ini.

Sembari memperkenalkan pupuk terbaru yang pernah diuji cobakan penggunaannya, bahkan saat menyosialisasikan pupuk majemuk NPK Green Super 15 bersama dengan sejumlah PPL yang ada di PPU, Marlon menjamin pupuk NPK Green Super adalah pupuk yang majemuk dengan cirri- ciri 100 % larut dalam air tanpa menyisakan ampas dan partikel sekecil apapun.

"Itu artinya pupuk yang didatangkan dari Lumajang itu memiliki berbagai keunggulan dibanding pupuk- pupuk lain sejenis," terangnya.

Marlon mengaku dirinya berkeinginan bekerja sama dengan pemerintah PPU dalam hal upaya menjamin ketersediaan pupuk NPK Green Super 15.

Dia mengatakan dirinya merasa terpanggil bekerjasama dengan pemerintah dalam mengatasi kelangkaan pupuk yang sering dialami petani PPU.

Sementara Hipni, seorang petani kelapa sawit warga Desa Giri Mukti RT 17, Kecamatan Penajam PPU mengaku puas dengan hasil kebunnya setelah menggunakan pupuk Majemuk NPK Green Super 15.

"Dengan menggunakan pupuk NPK Green Super, hasilnya cukup memuaskan, batang dan daun lebih subur, buah lebih padat dan kencang, pokoknya dengan pupuk NPK Green Super 15 tak ada yang tak baik," ujarnya.

DIKUTIP DARI KALTIM POST, KAMIS, 21 MEI 2009

Artikel Terkait