(0541)736852    (0541)748382    disbun@kaltimprov.go.id

Disbun Kaltim dan Disbun Jatim Matangkan Kerja Sama Strategis Sektor Perkebunan

24 Desember 2025 Afif Berita Daerah 114
Disbun Kaltim dan Disbun Jatim Matangkan Kerja Sama Strategis Sektor Perkebunan

SURABAYA. Upaya memperkuat sinergi antardaerah dalam pembangunan perkebunan kembali ditunjukkan melalui Rapat Pertemuan Tindak Lanjut Pelaksanaan Perjanjian Kerja Sama antara Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur (Disbun Kaltim) dan Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur (Disbun Jatim) yang dirangkaikan dengan studi pembelajaran pengolahan dan pemasaran produk perkebunan.

Kegiatan strategis ini dilaksanakan selama dua hari, pada 22–23 Desember 2025, sebagai langkah konkret mendorong pengembangan sektor perkebunan yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Hari pertama kegiatan berlangsung di Kantor Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur dan menjadi forum penting untuk mengevaluasi serta menyelaraskan implementasi Perjanjian Kerja Sama yang telah disepakati kedua belah pihak.

Rapat dihadiri oleh Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Disbun Kaltim, Taufiq Kurrahman, beserta jajaran staf, dan disambut langsung oleh Sekretaris Disbun Jatim, Ujang Yusmeidi, bersama jajaran pejabat teknis Disbun Jatim.

Pertemuan ini menjadi ruang diskusi terbuka untuk memperdalam kolaborasi lintas provinsi, khususnya pada aspek hilirisasi dan pemasaran produk perkebunan. Rapat diawali dengan paparan Progres Pembangunan Perkebunan Provinsi Jawa Timur yang disampaikan oleh Sekretaris Disbun Jatim, Ujang Yusmeidi.

Dalam pemaparannya, Ujang menjelaskan capaian pembangunan perkebunan Jatim yang tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga penguatan kelembagaan pekebun, modernisasi pengolahan hasil, serta perluasan akses pasar.

“Jawa Timur terus mendorong nilai tambah komoditas perkebunan melalui penguatan industri pengolahan dan jejaring pemasaran yang terintegrasi. Kerja sama dengan Kalimantan Timur menjadi peluang besar untuk saling melengkapi potensi daerah,” ujar Ujang.

Paparan selanjutnya disampaikan oleh Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Disbun Kaltim, Taufiq Kurrahman, yang memaparkan progres pembangunan perkebunan di Kalimantan Timur, khususnya terkait pengembangan produk olahan dari pelaku usaha binaan Disbun Kaltim.

Taufiq menyampaikan bahwa Kalimantan Timur memiliki potensi besar dalam berbagai komoditas perkebunan yang terus diarahkan untuk masuk ke rantai nilai industri.

“Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat mempercepat transfer pengetahuan, teknologi pengolahan, serta strategi pemasaran agar produk perkebunan Kaltim mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ungkap Taufiq.

Pembahasan kemudian difokuskan pada Perjanjian Kerja Sama antara Disbun Kaltim dan Disbun Jatim, khususnya pada Pasal 5 mengenai Hak dan Kewajiban masing-masing pihak. Diskusi berlangsung konstruktif dengan menekankan kejelasan peran, mekanisme koordinasi, serta tindak lanjut program kerja yang bersifat aplikatif.

Rapat tindak lanjut ini menjadi bukti nyata komitmen kuat kedua instansi dalam mensinergikan potensi daerah, sekaligus memastikan bahwa kerja sama yang terjalin tidak berhenti pada dokumen, melainkan diwujudkan melalui program dan kegiatan nyata.

Memasuki hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan pertemuan dan studi pembelajaran di Kantor Direksi Perumda Kahyangan Jember. Pertemuan ini dihadiri oleh Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Disbun Kaltim, Taufiq Kurrahman, Plt. Kepala Bidang PPH Disbun Jatim, jajaran Dewan Pengawas, Direktur Utama, Direktur Umum dan Keuangan, Direktur Produksi dan Pengembangan, Sekretaris Dewan Pengawas, serta Kepala Pemasaran dan Pengembangan Bisnis Perumda Kahyangan Jember.

Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran langsung mengenai pengelolaan BUMD perkebunan yang profesional dan berorientasi pasar.

Studi pembelajaran diawali dengan sambutan dan paparan dari Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran, Taufiq Kurrahman, yang menyampaikan pentingnya praktik baik dalam pengolahan dan pemasaran hasil perkebunan. Menurutnya, Perumda Kahyangan Jember dapat menjadi contoh konkret pengelolaan perkebunan daerah yang mampu memberikan nilai tambah dan kontribusi ekonomi.

“Kaltim terus mendorong hilirisasi dan penguatan pasar. Melalui kerja sama ini, kami ingin menyerap praktik baik Jatim agar produk binaan semakin bernilai tambah,” ujar Taufiq.

Sambutan kedua disampaikan oleh Plt. Kepala Bidang PPH Disbun Jatim, Basuki Rahmat, yang menegaskan komitmen Jawa Timur dalam mendukung penguatan kerja sama antardaerah.

Sementara itu, sambutan sekaligus paparan dari Direktur Utama Perumda Kahyangan Jember, Sofyan Sauri, memberikan gambaran menyeluruh mengenai pengelolaan kebun, sistem produksi, hingga strategi pemasaran yang telah dijalankan.

Dalam paparannya, Perumda Kahyangan Jember dijelaskan sebagai salah satu BUMD perkebunan terkemuka di Jawa Timur, dengan luas kebun mencapai 3.300 hektare yang tersebar di lima kebun pada lima kabupaten. Perusahaan daerah ini mengelola komoditas unggulan seperti karet dan kopi, mulai dari budidaya, pengolahan hasil, hingga pemasaran produk.

Peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai sistem manajemen kebun, proses produksi, inovasi pengemasan, serta strategi pemasaran yang diterapkan untuk menjangkau pasar nasional maupun regional.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke unit rumah pengolahan dan pengemasan kopi, serta ke area pengolahan hasil karet. Kunjungan ini memberikan gambaran nyata mengenai proses hilirisasi produk perkebunan yang terintegrasi, mulai dari bahan baku hingga produk siap pasar.

Melalui interaksi langsung di lapangan, peserta memperoleh wawasan praktis yang diharapkan dapat diadaptasi dan diterapkan sesuai dengan karakteristik perkebunan di Kalimantan Timur.

Melalui kolaborasi yang terjalin antara Disbun Kaltim, Disbun Jatim, dan Perumda Kahyangan Jember, diharapkan tercipta tata kelola perkebunan yang lebih inovatif, efisien, dan berdaya saing.

Sinergi ini tidak hanya memperkuat hubungan antardaerah, tetapi juga diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan bagi peningkatan nilai tambah komoditas serta kesejahteraan pekebun di kedua wilayah, sejalan dengan arah pembangunan perkebunan nasional yang berkelanjutan. (fif/disbun)

SUMBER : SEKRETARIAT

Artikel Terkait