Tahun Ini Kembangkan 100 Hektare Karet
19 Juni 2012 Admin Website Artikel 343

NUNUKAN. Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Nunukan mulai tahun ini menggalakkan pengembangan tanaman karet. Kepala Bidang Perkebunan, Dishutbun Nunukan, Masniadi mengatakan, tahun ini akan ada penanaman bibit karet seluas 100 hektar di Nunukan.

Penanaman dimaksudkan masih menunggu hasil tender. Untuk pengembangan karet dimaksud, Dishutbun Nunukan juga akan membantu pupuk dan penggalian lubang. Sementara perawatan kebun dimaksud akan dikembalikan kepada masyarakat.

Tanaman alternatif karet dan gaharu kini menjadi primadona, seiring dengan seruan Bupati Nunukan Basri agar rakyat membudidayakan kedua tanaman itu. "Jangan salah penafsiran. Bukan  ganti Bupati ganti tanaman. Yang sudah ada seperti sawit silahkan saja dikembangkan", kata Basri

Basri telah melaunching penanaman perdana kebun bibit rakyat dengan menanam gaharu dan karet di kilometer 1, Desa Binusan, kecamatan Nunukan pada akhir tahun lalu,

Bagi Basri, esensinya sebenarnya sebagaimana menggalakkan agar masyarakat Nunukan gemar menanam, karena setiap pohon yang ditanam akan memberikan manfaat untuk kehidupan.

Ia mengajak masyarakat agar segera mulai menanam tanaman apa saja mulai dari tanaman perkebunan, tanaman hortikultura atau buah-buahan maupun tanaman pangan dan sayuran. Yang penting sesuai dengan kondisi lahan dan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

Bercocok tanam dapat menjadi lapangan pekerjaan yang bisa menghasilkan uang. Basri menjadi prihatin, karena anak - anak muda saat ini sudah meninggalkan perkebunan maupun kegiatan pertanian lainnya dengan lebih bangga menjadi tenaga honorer di perkantoran pemerintah.

"Menanam itu kan pekerjaan mulia, memiliki nilai ibadah," katanya.

Basri ingin mengubah mindset masyarakat yang cenderung menganggap pekerjaan sebagai petani atau pekebun tidak memberikan jaminan masa depan yang baik.

"Biar kita sudah tuapun tetaplah gerakan tangan kita untuk mengais-ngais bumi. Kalau kita menanam pasti  ada yng diharap, dipanen. Apalagi kalau yang dipanen itu punya nilai jual seperti gaharu, sekali panen bisa beli Avanza nanti", katanya.

Kabupaten Nunukan diklaim memiliki sejumlah komoditas unggulan tanaman perkebunan. Selain sawit, kakao, gaharu dan karet juga diharapkan mampu memberikan jawaban untuk kesejahteraan petani di Nunukan. Bahkan tanaman kopi akan kembali digalakkan sebagai tanaman unggulan yang akan dibudidayakan di sejumlah kecamatan seperti kecamatan Lumbis.

"Dulu kopi dari Lumbis itu juga terkenal dengan aroma dan rasnaya juga", katanya.

Pengembangan komoditas unggulan tanaman perkebunan atau tanaman perdagangan ke depannya akan ditingkatkan terus pembinaannya. Hal itu dilakukan melalui kegiatan - kegiatan intensifikasi dengan teknologi -teknologi yang mampu mendongkrak produktivitasnya.

Pembinaan yang dilakukan pemerintah melalui dinas terkait bersama para penyuluh pertanian lapangan (PPL) akan dilakukan secara intensif. Diharapkan hal itu akan mampu meningkatkan produktivitas secara kuantitas maupun kualitasnya sehingga daya saing produk petani betul - betul mampu menjamin meningkatkan pendapatannya.

Bupati Nunukan mendorong agar PPL banyak berperan untuk membantu petani. BUkannya, malah arogan dan kurang mau menjemput bola seperti yang dikeluhkan masyarakat.

"Tentang PPL nanti akan kita lakukan pembinaan lebih serius, dan setiap PPL dinilai dari lingkungan tempat tinggalnya", katanya.

DIKUTIP DARI TRIBUN KALTIM, SENIN, 18 JUNI 2012


Artikel Terkait