Produksi Kakao Bakal Naik 16,3 Persen
13 Maret 2012 Admin Website Artikel 299

JAKARTA. Tahun ini produksi kakao diproyeksi naik 16,3 persen ke level 500.000 ton. Meski terjadi kenaikan, namun ekspor kakao bakal turun karena penerapan pajak ekspor. Pemerintah mendorong ekspor kakao dalam bentuk produk olahan. Sayangnya, di kawasn Eropa produk olahan kakao dibebani bea masuk 7-9 persen.

Sekretaris Asosiasi Kakao Indonesia, Firman Bakri, di Jakarta, Senin (12/3/2012), mengatakan, meski naik 16,3 persen, namun dibandingkan dengan produksi tahun 2010, produksi tahun ini turun sebesar 9 persen. "Produksi kakao tahun ini masih belum bisa menyamai produksi di tahun 2010," katanya.

Meski diproyeksikan naik, namun ekspor kakao tahun ini akan lebih rendah dibandingkan tahun lalu. Sejak pemerintah menerapkan ketentuan bea keluar, ekspor biji kakao terus menurun. Tahun 2011 ekspor biji kakao tercatat 200.000 ton, atau turun sekitar 53,5 persen dibandingkan ekspor tahun 2010.

Menurut Firman, penetapan pajak ekspor bertujuan untuk mendorong hilirisasi industri kakao. Namun saat ini ekspor kakao olahan ke kawasan Eropa masih terkendala bea masuk sebesar 7-9 persen.

Ketentuan tersebut diterapkan oleh Eropa hanya ke Indonesia, sementara negara produsen lainnya seperti Ghana dan Pantai Gading tidak dikenakan.

DIKUTIP DARI KOMPAS, SENIN, 12 MARET 2012

Artikel Terkait