PPL Jangan Berposisi Sebagai Guru Petani
14 Maret 2012 Admin Website Artikel 324

MALINAU. Wakil Bupati Topan Amrullah SPd berpesan agar dalam bekerja petugas penyuluh lapangan (PPL) perkebunan dapat  membenahi sikap dan paradigmanya. Topan menegaskan, dalam bekerja PPL tidak memosisikan diri sebagai guru, melainkan sebagai fasilitator alias teman bekerja para petani.

Topan menekankan agar  PPL mampu mendampingi para petani dan memberikan kontribusi bagi mereka mengingat sektor pertanian dan perkebunan merupakan sektor strategis bagi masyarakat dan daerah.

Hal itu disampaikan dalam acara pembukaan pembekalan PPL Perkebunan, Senin (12/3).

Wabup berharap PPL yang akan diterjunkan ke masyarakat tahun ini  jadi pendamping yang berkualitas, yang memiliki kemampuan luas, dan memberikan andil bagi pembangunan sector pertanian dan perkebunan.

Hal lain  yang diwantikan Topan Amrullah adalah pemahaman PPL terhadap kultur atau budaya masyarakat setempat agar mereka bisa nyaman dan diterima dengan baik. Sebab, salah satu kunci keberhasilan petugas adalah kecakapan mereka untuk bekerja sama dengan masyarakat di mana pun natinya ditempatkan.

Dalam menjelaskan sesuatu, misalnya, Wabup Topan Amrullah berpesan agar setiap tenaga PPL dapat menjelaskan  dengan bahasa sederhana yang mudah dimengerti petani.

Seperti disampaikan Kepala Dinas Perkebunan Lawing Iban SSos MSi dalam acara pembukaan diklat 109 PPL, Senin (12/3), peran PPL sangat strategis. PPL adalah penyuluh sekaligus fasilitator antara masyarakat,  para petani dengan pemerintah. PPL juga berperan dalam meningkatkan wawasan dan keterampilan para petani.

Namun demikian, pesan Lawing Iban, agar PPL dapat bekerja baik perlu dibekali terlebih dahulu.

Dalam pembukaan pembekalan kepada PPL sebelum diterjunkan di desa-desa, Wakil Bupati Topan Amrullah SPd menegaskan agar PPL sebagai petugas yang dibentuk khusus oleh pemerintah dapat bekerja profesional dan proaktif dalam bekerja.

Wabup menyampaikan agar pelaksanaan diklat sebagai ajang penggemblengan dijadikan kesempatan untuk meningkatkan kualitas setiap PPL.

Karenanya, Wabup Topan meminta peserta sungguh-sungguh mengikuti diklat dan jangan malu untuk bertanya terhadap nara sumber yang berasal dari Dinas Perkebunan Kaltim dan Malinau.
 
DIKUTIP DARI KALTIM POST, RABU, 14 MARET 2012

Artikel Terkait