Petani Karet Terancam Rugi
15 Maret 2012 Admin Website Artikel 372

SENDAWAR. Penampung/pembeli karet di Kubar terancam merugi. Petani apalagi, karena kini harga karet cenderung menurun. Ini semua gara-gara rusaknya jalan trans-Kalimantan yang menghubungkan Kubar-Samarinda.

"Ratusan ton karet yang sudah kami beli tidak bisa dibawa ke pabrik di Mojokerto dan Banjarmasin. Karena truk yang biasa mengangkut karet petani di Kubar sudah tidak mau datang ke Kubar sejak dua minggu ini. Alasannya, jalan rusak berat, truk tak bisa melintas," ungkap Rinatang, ketua Asosiasi Pembeli Karet Kubar kepada harian ini, Rabu (14/3) kemarin.

Di sisi lain harga karet di tingkat petani juga terus menurun. Dari 12 ribu per kilogram kini menjadi sekitar 10 ribu per kg. "Jika beberapa bulan depan getah karet ini tidak terangkut dipastikan pembelian dihentikan dulu," kata dia. Jika sudah begini ungkapnya, yang paling merugi adalah petani di Kubar.

Melihat kondisi ini, dia menyarankan, agar pemerintah segera bertindak memperbaiki ruas jalan trans-Kalimantan.

Terpisah, Wakil Bupati Kubar Didik Effendi mengatakan, karena ruas jalan trans-Kalimantan ini kewenangan pemerintah pusat bukan Pemkab Kubar, ia hanya bisa pasrah.

Meski perjuangan berupa usulan perbaikan sudah dilakukan, baik kepada pemerintah provinsi dan pusat. "Ya kita berharap segera sajalah jalan trans-Kalimantan ini diperbaiki agar tidak terus menimbulkan dampak negatif terutama pada petani karet," kata Didik Effendi.

DIKUTIP DARI KALTIM POST, KAMIS, 15 MARET 2012

Artikel Terkait