Pentingnya Kebijakan dan Arah Pembangunan Perkebunan Sawit Berkelanjutan di Kaltim
27 Januari 2012 Admin Website Artikel 270

SAMARINDA. Keberhasilan pengembangan perkebunan kelapa sawit yang dicapai hingga saat ini, selain secara ekonomi sangat menguntungkan, sekaligus memberikan berbagai manfaat yang terkait langsung dengan pemasalahan besar pembangunan ekonomi nasional dan pembangunan wilayah, antara lain dalam pemecahan masalah pengangguran, kemiskinan dan pembangunan daerah.

Di Kaltim sendiri, dengan sumberdaya lahan yang melimpah dan didukung oleh sumberdaya manusia dan teknologi, peluang pengembangannya masih terbuka baik untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor, sehingga dengan demikian pengembangan kelapa sawit perlu terus kita lakukan terutama pada daerah – daerah yang secara agro-ekologis memang sesuai untuk pembangunan perkebunan kelapa sawit.

“Walaupun prospek kelapa sawit saat ini sangat baik, namun kita dihadapkan pada citra negatif kelapa sawit yang dianggap dalam pengembangannya tidak mengikuti kaidah – kaidah pelestarian lingkungan, untuk itulah stakeholder kelapa sawit menerapkan dan prinsip dan kriteria Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO)” terang Kepala Bidang Perlindungan Disbun Kaltim, Ir. Bambang F. Fallah, MP.

Menurut Bambang, penerapan ISPO tersebut seiring dengan rencana ketentuan Pemerintah Uni Eropa yang belakangan ini mulai memberlakukan sustainable bio-fuel dalm bentuk Directive of the European Parliament and the Council (EU Directive) dan REDD (Reduce Emissions Deforestation and Forest Degradation) yang berpotensi dapat menghambat ekspor minyak sawit ke Eropa. Diantaranya kriteria Deforestrasi dan hilangnya bio-diversity merupakan dua ketentuan yang tidak boleh ada dalam bahan baku bio-fuel untuk Eropa.

“Untuk itu prinsip pembangunan berkelanjutan yang telah menjadi landasan pengembangan kelapa sawit harus benar – benar dapat diterapkan di lapangan” tegas Bambang lagi.

Pembangunan perkebunan kelapa sawit akan terus dilakukan dengan menerapkan prinsip – prinsip pembangunan berkelanjutan dan akan menerapkan keseimbangan faktor – faktor ekonomi, ekologi dan sosial.

Dari aspek ekonomi, sumberdaya alam akan dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan menjadi devisa bagi negara sehingga terjadi pertumbuhan dan perkembangan serta pemerataan pembangunan wilayah.

Sedangkan dari aspek ekologi, pembangunan perkebunan seperti karet, sawit, kakao, lada dan lainnya akan memberikan manfaat diantaranya mengoptimalkan lahan – lahan kritis/terlantar, mengurangi degradasi/erosi lahan, memberikan kontribusi terhadap iklim mikro dan makro serta memberikan kontribusi terhadap pengurangan ozon (GRK/Gas Rumah Kaca) serta penyeimbang ekosistem.

Sementara dari aspek sosial, dapat memberikan kontribusi terhadap peluang/lapangan kerja, menciptakan pemerataan pembangunan, mengurangi angka kemiskinan di pedesaan, memberikan kepastian terhadap akses pengelolaan sumberdaya alam terutama lahan.

Ditambahkannya, upaya – upaya yang akan dilakukan dalam pembangunan perkebunan kelapa sawit kedepan, diantaranya peningkatan produksi dan produktivitas terutama untuk perkebunan kelapa sawit rakyat dengan menggunakan klon – klon unggul, menerapkan Good Agriculture Practices (GAP) sesuai dengan kaidah – kaidah pembangunan perkebunan berkelanjutan, memperkuat kelembagaan petani, peningkatan integrasi kelapa sawit dengan ternak, meningkatkan dukungan infrastruktur untuk kelapa sawit berupa jalan kebun / jalan akses samapi dengan pelabuhan, serta mengembangkan nilai tambah dari kelapa sawit dengan melalui pengembangan industri dalam negeri baik untuk industri minyak goreng, bio-fuel maupun olekimia.

“Dengan pertimbangan pentingnya prospek dan peran perkebunan kelapa sawit dalam perekonomian di daerah dan nasional, maka pengembangannya akan terus dilanjutkan dengan menerapkan prinsip-prinsip pengembangan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan (Sustainable Palm Oil Development)” pungkas Bambang lagi.

Diharapkan Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Disbun Kaltim akan terus berkomitmen dalam menerapkan pembangunan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan ini, karena sifat sumberdaya alam renewable dan pengelolaannya akan lebih mengarah pada kaidah – kaidah kelestarian lingkungan. (rey)

SUMBER : BIDANG PERLINDUNGAN


Artikel Terkait