Pemprov Dukung Pendirian Pabrik Pengolahan Karet
13 Desember 2017 Admin Website Berita Daerah 313
Pemprov Dukung Pendirian Pabrik Pengolahan Karet

SAMARINDA. Pemprov Kaltim  sangat mendukung dibangunnya pabrik crumb rubber milik PT Multi Kusuma Cemerlang (MKC) di Handil Bhakti, Kecamatan Palaran, Samarinda. Pabrik berkapasitas 40.000 ton/tahun itu bernilai investasi Rp 1 triliun. Dipastikan, pabrik ini akan berdampak positif bagi Samarinda khususnya, dan Kaltim pada umumnya.

"Dampak kehadiran pabrik ini sangat luar biasa. Antara lain menciptakan lapangan kerja mencapai 3.800 orang dengan prioritas tenaga kerja warga setempat," kata Gubernur Awang Faroek, Senin (11/12) kemarin.

Operasional pabrik ini juga akan mendorong peningkatan kesejahteraan petani karet karena 60 persen bahan baku berasal dari produksi  karet petani. Di masa depan ini akan menjadi andalan penerimaan bagi daerah dan mendorong pertumbuhan perekonomian masyarakat.

Awang Faroek berharap kehadiran pabrik ini dapat menggerakkan  kembali industri bidang kehutanan di Kaltim, baik komoditas hasil hutan kayu maupun hasil hutan bukan kayu yang pernah berjaya di era tahun 70an atau dikenal dengan istilah "banjir kap"  yang merupakan penyumbang devisa terbesar pada saat itu.

Investasi ini, lanjut Awang Faroek  merupakan bentuk dukungan atas kebijakan program pembangunan Pemprov Kaltim yaitu  transformasi ekonomi yang selama ini mengandalkan  sumber daya alam yang tidak terbaharukan seperti minyak, gas bumi dan batu bara menuju kepada sumber daya alam yang dapat diperbaharui.

"Selain itu pembangunan  pabrik ini juga sejalan dengan kebijakan Pemprov Kaltim, yaitu melakukan hilirisasi industri. Jika selama ini produk–produk yang diekspor  masih berupa bahan mentah, ke depan produk yang diekspor, minimal 70  persen harus sudah menjadi produk yang telah diolah. Hilirisasi industri diharapkan  dapat meningkatkan nilai tambah komoditas yang diperdagangkan," beber Awang.

Gubernur  Awang Faroek juga mengimbau dan mengharapkan ke depan agar investor membangun pabrik pengolahan di Kawasan Industri Kariangau dan Buluminung serta Kawasan Industri Maloy yang terintergrasi dengan Pelabuhan Internasional Maloy dan jalur kereta api di Kutai Timur.

"Akan banyak keuntungan dan kemudahan jika investor menanamkan modal mereka di kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus," kata Awang mencoba meyakinkan. (yans/disbun)

SUMBER : SEKRETARIAT

 


Artikel Terkait