Abrasi, Ribuan Kelapa Tumbang
21 Desember 2009 Admin Website Artikel 244
#img1# Sebab, banyak pohon kelapa mati akibat abrasi pantai tadi. "Bahkan, abrasi sudah menelan puluhan meter bibir pantai dan mengakibatkan ribuan pohon kelapa mati, tapi juga berdampak terjadinya kerusakan lingkungan yang lebih serius," kata Ketua Himpunan Masyarakat Sinjai (Himas) PPU H Kallo, kemarin Tokoh masyarakat Sungai Parit yang juga pemilik Hotel Kalimantan di Nipahnipah, Penajam itu mengatakan, abrasi pantai di Sungai Parit sudah berlangsung sejak lama.

Namun, katanya, hingga kini penanganannya belum komprehensif. Sepanjang garis pantai yang terkena abrasi parah itu, kata Kallo, beberapa tahun lalu dibuatkan tanggul dari tanah oleh masyarakat. Hanya saja, tidak bertahan lama. "Sekarang ini tanggul jebol di beberapa tempat dihantam gelombang laut yang sedang pasang.

Akibatnya, air laut masuk ke perkebunan kelapa penduduk, dan menyebabkan ribuan pokok pohon kelapa sekarang meranggas, dan kemudian mati," katanya. Lelaki yang memiliki beberapa hektare pohon kelapa di belakang garis pantai itu mengaku, petani kelapa di Sungai Parit menderita kerugian ratusan juta. Bahkan, kalau mau diakumulasikan pertahun jumlah kerugiannya mencapai nilai yang sangat besar.

"Saya kira, ini tugas pemerintah daerah agar segera membuat tanggul penahan gelombang secara permanen, agar tidak terjadi abrasi yang lebih parah lagi," tuturnya. Sebelumnya, lanjut dia, ada beberapa tokoh masyarakat yang sudah menemui wakil rakyat di DPRD, mengeluhkan tingkat abrasi tersebut. Namun, katanya, hingga kini belum ada tindak lanjut yang lebih konkret dari anggota wakil rakyat yang didatangi.

"Tidak tahu kenapa, mungkin wakil rakyat lebih sibuk anjangsana dan membahas APBD 2010 yang belum rampung itu," sindirnya. Koran ini yang kemarin memantau ke pantai Sungai Parit menemukan beberapa tanggul penahan gelombang yang jebol. Jika air laut sedang pasang langsung masuk ke wilayah perkebunan kelapa milik penduduk. Akibatnya, tampak ribuan pohon kelapa mati.

Abrasi tidak hanya terjadi di Sungai Parit, namun nyaris terjadi di sepanjang garis pantai Penajam. Sementara itu, Ketua LSM Guntur Kasim Assegaf sejak lama mengeluhkan masalah kerusakan itu, sebab yang rugi besar warga pemilik kelapa. "Sebenarnya sudah lama saya sampaikan, cuma gak ada perhatian serius dari pemerintah," ujar Kasim kepada Metro sebelumnya.

Kasim berharap segera ada solusi agar kerusakan abrasi pantai tidak terus dibiarkan, karena menyangkut kelestarian lingkungan hidup. "Dulu setahu saya sebelum ada proyek jalan, tidak ada abrasi pantai seperti kondisi saat ini, makanya harus ada penanganan serius," tandas Kasim.

DIKUTIP DARI METRO BALIKPAPAN, SENIN, 21 DESEMBER 2009

Artikel Terkait