Tampik Dugaan Bibit Karet Palsu
15 Desember 2008 Admin Website Artikel 482
#img1# Menurut Andi Hanan, sebanyak 70 anggota kelompok tani yang ia pimpin telah menerima menerima bibit karet sebanyak 36.000 pohon. "Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah yang telah membantu bibit karet. Bibit tersebut akan ditanam dan pelihara untuk kesejahteraan keluarga," katanya, Jumat (12/12).

Kelompok Tani si-Banua sengaja mengembangkan komoditas karet, karena melihat prospeknya yang cukup bagus. Oleh karena itulah, sewaktu bibit karet bantuan pemerintah yang didistribusikan Dinas Perkebunan tiba di Sangkima Lama, warga langsung mengambil sesuai jatah masing-masing.

Menanggapi dugaan bahwa diantara 1 juta lebih bibit karet tersebut ada yang palsu, Andi Hanan secara tegas menampik dan menyesalkan pernyataan tersebut. Menurutnya, tidak mungkin Pemkab Kutim mendatangkan bibit palsu, karena tujuan pengembangan tanaman karet adalah untuk kesejahteraan rakyat.

"Kalau anggota kelompok tani yang kami bina, merasa puas dengan standar kualitas bibit yang diberikan. Sehingga tak ada keluhan. Terus terang sejumlah anggota memang sempat resah mendengar isu tersebut. Untuk mencari kepastian, saya kerahkan mereka meneliti setiap bibit yang diterima. Hasilnya tidak ditemukan kriteria bibit palsu, seperti dugaan yang beredar," tegas Andi Hanan.

Berdasarkan pengetahuan yang pernah didapatkan, bibit karet yang unggul atau tidak baru bisa diketahui setelah berumur 3 - 4 tahun. Jika pada saat baru dibagikan sudah ada dugaan bibit palsu, diakui Hanan cukup membingungkan petani.

"Oleh karena itu kami berharap kepada Dinas Perkebunan Kutim agar berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan. Kemudian kepada teman-teman petani, jangan mudah percaya isu yang tidak bertanggung jawab," pintanya.

Para petani menurutnya pula, jangan menyia-nyiakan upaya Pemkab Kutim untuk menyejahterakan masyarakatnya. Program yang dilakukan pemerintah, harus didukung dengan cara menanam bibit yang diberikan.

"Kita ini petani, kalau tidak menanam apa yang diharapkan kelak. Waspada memang perlu, tapi menanam tetap nomor satu. Masa depan kita, adalah apa yang ditanam sekarang. Hari ini kita menanam bibit karet, lima tahun ke depan menikmati hasilnya. Yakin saja, prospek karet sangat baik. Saya banyak melihat keberhasilan kebun karet di luar daerah. Rata-rata petani karet, hidupnya sejahtera," tegas Hanan.

DIKUTIP DARI KALTIM POST, MINGGU, 14 DESEMBER 2008

Artikel Terkait