Pelatihan Budi Daya Tingkatkan Produksi Kakao
21 Juni 2014 Admin Website Berita Daerah 327
Pelatihan Budi Daya Tingkatkan Produksi Kakao
TANJUNG REDEB. Komoditi kakao merupakan salah satu komoditi perkebunan unggulan di Bumi Batiwakkal. Bahkan Berau menjadi kabupaten ketiga terbesar sebagai penghasil biji coklat di Kalimantan Timur.
 
Untuk terus mempertahankan produksi kakao baik secara kuantitas maupun kualitas, program pendampingan dan bimbingan berkelanjutan kepada para petani pun terus diberikan. Tidak hanya melalui program melalui Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Berau. Namun dukungan dari Disbun Kaltim juga diberikan kepada  petani kakao di daerah ini.
 
Salah satunya melalui program pelatihan petani kakao yang digelar Selasa (17/6) kemarin. Sebanyak 30 petani kakao yang berasal dari daerah-daerah sentra penghasil kakao di Berau mendapat pelatihan langsung oleh peneliti dari pusat penelitian kopi dan kakao Jember yang dihadirkan sebagai narasumber.
 
Kepala Dinas Perkebunan Berau, Basri Sahrin kepada media ini mengungkapkan saat ini luasan perkebunan kakao di 13 kecamatan se-Kabupaten Berau mencapai kurang lebih 5.000 hektare dengan rata-rata produksi berkisar 1,1 ton per hektarenya dan serapan tenaga kerja lebih dari 2.000 orang. Kakao yang telah cukup lama berkembang di daerah ini mendapat perhatian serius, terutama melakukan peremajaan pada kakao yang sudah tidak lagi produktif. Di antaranya dengan dukungan pusat melalui gerakan nasional (gernas) kakao yang bergulir beberapa tahun lalu.
 
Pengembangan budi daya kakao ini, dikatakan Basri, sangat penting untuk memberikan dukungan kepada petani dalam memacu produksi dan dengan pelatihan yang rutin  dilaksanakan juga mendorong petani melakukan pengolahan yang maksimal dari hasil panen. Sehingga biji coklat yang dihasilkan juga memberikan kualitas yang terbaik. Apalagi kakao dari Kabupaten Berau menurutnya selalu menjadi incaran para pembeli dari luar daerah. "Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Disbun Kaltim yang mendukung pengembangan kakao melalui pelatihan ini," ungkapnya.
 
Sementara, Kepala Bidang Produksi Disbun Kaltim, Sukardi, mengungkapkan, Berau menjadi salah satu daerah penghasil kakao unggulan. Sehingga perhatian kepada daerah dinilai perlu untuk mempertahankan produksi yang ada. Luasan tanaman yang saat ini sudah mencapai 5.000 hektare, menurutnya, perlu terus ditingkatkan. Termasuk dalam melakukan pembudidayaan yang terbaik. Begitu juga dalam pengendalian hama maupun penyakit tanaman kakao yang cukup meresahkan pekebun. Selain juga memilih benih yang baik maupun perlakukan fermentasi pada biji kakao." Untuk itu kami mendatangkan langsung pakarnya dari pusat penelitian kopi dan kakao di Jember," jelasnya.
 
Sukadar Wiryadiputra dari pusat penelitian kopi dan kakao Jember, mengatakan, jika kebutuhan kakao di Indonesia sangat besar. Hal itu seiring dengan tumbuhnya industri hilir pengolahan kakao. Sehingga biji kakao yang dihasilkan para petani tak lagi perlu dibawa keluar negeri. Kebutuhan kakao yang begitu besar ini menurutnya menjadi peluang bagi petani kakao untuk terus memacu produksi maupun perluasan tanaman coklat. (hms4/one/k14)

SUMBER : http://kaltimpost.co.id/berita/detail/79859-pelatihan-budi-daya-tingkatkan-produksi-kakao.html

Artikel Terkait