Kopi Andalan Mentarang Hulu
26 Agustus 2008 Admin Website Artikel 328
#img1# Yang juga tak kalah penting adalah bagaimana warga bisa menemukan atau menciptakan terobosan-terobosan yang mempunyai sifat jangka pendek dan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. "Sebab, kecamatan Mentarang Hulu ini merupakan kecamatan baru dan masyarakat juga masih relatif bergantung pada alam," kata Camat Mentarang Hulu Mathias Seradu kepada media ini, mengungkap soal pembangunan ekonomi di wilayahnya.

Selain itu desa mengupayakan menjaring keluhan-keluhan sekaligus memberikan motivasi kepada warga. Saat ini yang dilakukan warga Mentarang Hulu dalam mengembangkan ekonomi kerakyatan yakni pengembangan perkebunan kopi.

Soal perbaikan dan peningkatan produksi pertanian, Mathias menganggap hal tersebut tergantung dari petani masing-masing dalam menggarap areal sawah dan ladangnya.

Tetapi Mathias optimistis warganya akan memahami untuk berbuat lebih baik demi kesejahteraan mereka sendiri. Apalagi daerah mereka sudah dimekarkan menjadi sebuah wilayah kecamatan sendiri. "Tentunya, mereka akan lebih terdorong untuk memacu pembangunan di desanya melalui dana Gerbang Dema desanya masing-masing," tuturnya.

Sementara disinggung soal mempertajam Program Gerbang Dema Desa dan kecamatan yang sudah berjalan, aparat Kecamatan Mentarang Hulu disebutkan terus memberi motivasi pada warganya. Yakni upaya mengembangkan komoditas unggulan warga yang sudah ada agar tetap eksis dan berproduksi terus menerus.

Terutama bidang pertanian dan perkebunan karena hampir seluruhnya warga Mentarang Hulu menjadi petani ladang dan berkebun.

Program utama dalam pembangunan ke depan dipriortaskan pada tiga pilar pembangunan. Yakni pertanian dalam arti luas, infrastruktur dan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).

Termasuk juga di dalamnya diupayakan agar setiap desa bisa mempunyai komoditi unggulan atau komoditi idola yang saat ini sudah berjalan.

"Kecamatan Mentarang Hulu menargetkan kopi menjadi komoditi unggulan," kata Mathias kepada media ini.

DIKUTIP DARI KALTIM POST, SENIN, 25 AGUSTUS 2008

Artikel Terkait