Kembangkan Perkebunan Teh, Datangkan Ahli Dari Bandung
29 Mei 2009 Admin Website Artikel 277
Laporan dari Kasubbag Humas Malinau Elstiven Ssos

SEBELUM mengembangkan budi daya tanaman teh tersebut pemerintah telah membuka lahan seluas satu hektare di Desa Long Uro sebagai proyek percontohan. Karena dinilai berhasil maka pihak kecamatan mengembangkan perkebunan teh seluas 26 hektare. Sebanyak 10 hektare dikelola oleh pihak kecamatan, dan 16 hektare dikerjakan oleh masyarakat. Tanaman teh yang dikembangkan pihak kecamatan, berada pada lokasi kiri dan kanan jalan poros, sehingga mempermudah Bupati Marthin Billa meninjau dan melihat pertumbuhannya.

#img1# Marthin Billa mengatakan, perkebunan teh yang dikelola saat ini hendaknya dipelihara dan dikembangkan terus, karena sudah terlihat berhasil. Pemerintah juga akan mendatangkan tenaga ahli teh untuk membantu pihak kecamatan dan masyarakat agar teh dapat dikelola dengan baik. Apabila Malinau sudah bisa mengembangkan dan memproduksi sendiri, maka tidak perlu lagi membeli teh dari luar.

"Tahun ini kita akan datangkan tenaga ahli teh, agar tanaman teh ini bisa dikembangkan terus," ungkapnya.

Sementara, Camat Kayan Selatan Sopian Aing SPd menjelaskan, pihaknya telah berupaya mengembangkan tanaman teh tersebut dengan mendatangkan bibit dari Bandung, namun karena kendala transportasi, maka banyak yang rusak. "Namun kami tidak berkecil hati, pasalnya ada beberapa warga telah kita kirim ke Bandung untuk dilatih cara membuat bibit dan menanamnya," jelas Sopian kepada Bupati.

Saat ini pihaknya telah mencoba membuat bibit sendiri dan hasilnyapun akan digunakan untuk membuka lahan baru. Dikatakan, tanaman teh yang dikembangkan pihak kecamatan sebenarnya belum siap untuk dipetik, namun pada saat proses pembuatan bibit, otomatis pucuknya akan dipangkas. Tiga lembar daun teh dari pucuknya akan dijadikan teh hijau kemudian selebihnya akan dijadikan bibit. "Kami telah mencoba memisahkan bibit teh dan yang dikonsumsi kemudian kami kelola sendiri secara manual," jelasnya.

Keberhasilan yang dicapai oleh Kecamatan Kayan Selatan dalam mengembangkan budi daya tanaman teh, membawa energi baru bagi masyarakat yang diharapkan dapat merubah pola hidup masyarakat perbatasan. Selain itu, komoditas tanaman teh ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Malinau karena satu-satunya daerah di Kaltim yang bisa mengembangkan tanaman teh dengan kualitas sama bagusnya dengan yang berada di Gambung Bandung.

Namun pengembangan komoditas tanaman teh tersebut tidak cukup hanya dengan menambah dan memperluas lahan saja, akan tetapi perlu adanya dukungan dari mayarakat dengan membuka pikiran dan wawasan warga agar lebih memahami cara dan pola penanaman yang baik serta pentingnya merubah pola pikir masyarakat agar dapat membuka lebih luas lagi lahan perkebunan tanaman teh guna meningkatkan ekonomi masyarakat.

Sopian menambahkan, budi daya tanaman teh yang dikembangkan saat ini memiliki jenis tanaman teh hijau yang berkualitas ekspor. Berdasarkan hasil penelitian dari Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) Gambung, tanaman teh yang dikembangkan di Kayan Selatan merupakan jenis teh berkualitas atau disebutCamellia sinensis.

DIKUTIP DARI KALTIM POST, JUMAT, 29 MEI 2009

Artikel Terkait