Kaltim Potensial Kembangkan Komoditi Kopi
06 Mei 2011 Admin Website Artikel 324

SAMARINDA - Seagaimana komoditi kelapa dalam, komoditas kopi (coffea Rubiaceae) merupakan tanaman yang telah lama diusahakan masyarakat pedesaan di Kalimantan Timur. Areal tanaman kopi terdapat hampir merata di beberapa wilayah pedesaan, terutama wilayah kabupaten.

"Komoditi tanaman kopi yang ditanam masyarakat cukup banyak dan tersebar di beberapa daerah baik kabupaten maupun kota Kaltim. Walaupun tanaman ini tidak termasuk komoditi unggulan, namun banyak diusahakan masyarakat petani dengan luasan yang rata - rata relatif terbatas. Produksi biji kering seluruhnya dipasarkan untuk konsumsi lokal yang pangsa pasarnya masih sangat terbuka," kata Kepala Dinas Perkebunan Kaltim, HM Nurdin.

Menurut dia, beberapa yang hingga saat ini terus berupaya mengembangkan komoditi kopi terutama areal pertanaman kopi yang cukup luas terdapat di Kabupaten Kutai Timur, di Kecamatan Sangatta dan Kaliorang.

Kabupaten Kutai Barat yang terdapat di Kecamatan Damai dan Linggang Bigung. Kabupaten Kutai Kartanegara di Kecamatan Samboja dan Muara Jawa, serta Loa Kulu dan Loa Janan.

Kabupaten Paser terdapat di Kecamatan Muara Komam, Kuaro, Long Ikis, Paser Belengkong dan Long Kali. Kabupaten Penajam Paser Utara yang terdapat di kawasan Kecamatan Waru dan Penajam.

Kabupaten Berau terdapat di Kecamatan Talisayan, Gunung Tabur dan Kelay. Kabupaten Malinau terdapat di Kecamatan Malinau dan Mentarang, Kabupaten Nunukan terdapat Kecamatan Nunukan, Lumbis, Sebatik dan Sembakung. Kota Samarinda terdapat di Kecamatan Samarinda Utara dan Palaran.

Berdasarkan data statistik 2010 (posisi Desember) luas areal tanaman kopi tercatat 11.167 hektare dengan produksi mencapai 5.654 ton dengan tenaga kerja perkebunan (TKP) 21.496 orang.

"Usaha perluasan areal oleh petani dilakukan secara swadaya dalam jumlah relatif kecil, sehingga penambahan areal dari tahun ke tahun berjalan sangat lamban. Dari total luas areal 11 ribu hektare luas tanaman yang menghasilkan hanya 7.188 hektare dengan produksi 5.654 ton atau produktivitasmya mencapai 787 kilogram per hektare," jelas Nurdin.

Walaupun perbandingan luasan areal 2009 lebih besar mencapai 15.254 hektare dengan luas tanaman menghasilkan 8.650 hektare, namun produksinya rendah dibading 2010 atau hanya 3.881 ton dengan produktivitas sekitar 448,67 ton per hektare dengan jumlah tenaga kerja perkebunan 24.924 orang.

SUMBER : HUMAS PROV. KALTIM

Artikel Terkait