Disbun Latih Petugas Kelola Hasil Olahan Kelapa
27 Maret 2013 Admin Website Berita Kedinasan 272
Disbun Latih Petugas Kelola Hasil Olahan Kelapa

SAMARINDA. Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim melalui Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Teknologi Terapan Perkebunan (T2P) menggelar pelatihan pengolahan kelapa dalam yang dianggap memiliki nilai ekonomi tinggi kepada petugas perkebunan selama 4 hari,  terhitung 25 s.d 28 Maret 2013 di Samarinda.

Kepala Disbun Kaltim Etnawati mengungkapkan bahwa kelapa dalam merupakan salah satu komoditi unggulan perkebunan yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi apabila dapat dikelola dengan baik bahkan mampu menghasilkan berbagai produk rumahan. Selama ini masyarakat masih menggunakan dan memanfaatkan kelapa hanya untuk kebutuhan kegiatan rumah tangga ataupun keperluan usaha saja.

"Padahal, apabila diolah sesuai dengan teknologi, maka komoditi ini akan mampu menghasilkan berbagai produk industri," jelas Etnawati.

Seperti kegiatan berupa pelatihan yang dilaksanakan UPTD T2P bagi petugas perkebunan dari 5 kabupaten dan kota di Kaltim terhadap pengolahan hasil perkebunan khususnya kelapa.

Ternyata kelapa ini dapat diolah untuk berbagai produk rumahan terutama bagi pelaku Usaha Kecil Menengah. Misalnya, kelapa dapat dibuat nata de coco, sirup coco pandan, selai, minyak goreng, sabun bahkan virgin coconut oil dan bio diesel.

Pelatihan ini menurut Etnawati, sebagai upaya memberikan tambahan pengetahuan dan keterampilan bagi petugas perkebunan di lapangan, sekaligus untuk menjadikan keahliannya dalam meningkatkan pendapatan dalam keluarga maupun masyarakat.

"Minimal nantinya para petugas yang mengikuti pelatihan ini akan memiliki kemampuan untuk mengolah hasil perkebunan khususnya kelapa untuk usaha industri rumahan atau UKM. Sehingga akan mampu meningkatkan penghasilannya yang berimbas pada kesejahteraannya," harap Etnawati.

Dalam kesempatan ini, dihadirkan Ir Parito dari Coconut Center Indonesia, Yogyakarta sebagai narasumber.

SUMBER : UPTD TEKNOLOGI TERAPAN PERKEBUNAN


Artikel Terkait