Dollar Menguat, Harga Kakao Berjangka Turun
13 September 2011 Admin Website Artikel 303

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada penutupan perdagangan di bursa CBOT (Chicago Board of Trade), harga kakao berjangka mengalami penurunan harga.

Harga komoditas ini mengalami penurunan di tengah menguatnya nilai tukar dolar AS dan turunnya bursa saham. Bursa saham yang melemah serta menguatnya dolar AS mengakibatkan minat terhadap komoditas yang diperdagangkan di bursa AS berkurang di kalangan para pelaku pasar.

Demikian rilis harga Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi, Selasa (13/9/2011).

Kenaikan nilai tukar dolar menjadikan harga kom oditas dalam dolar relative lebih mahal bagi pembeli luar negeri. Harga Kakao berjangka untuk kontrak pengiriman bulan Desember mengalami penurunan sebesar 10 poin dan ditutup pada posisi 2.863 dollar AS per ton.

Sementara itu, akibat musim kemarau produksi komodi tas k akao di tingkat petani Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung turun. Musim kering mempengaruhi produktivitas tanaman Kakao petani.

Dalam setiap pohon jumlah buah berkurang signifikan antara empat sampai limabuah akibat kekurangan air pada saat mu sim kemarau ini. Biasanya dalam 0,5 hektar dapat menghasilkan sekitar 200 kilogram dalam sekali panen, namun karena pengaruh musim kering prosuksi hanya 50 kilogram.

Namun, secara umum kualitas Kakao lebih meningkat karena ketersediaan sinar matahari yan g membuat biji Kakao lebih cepat kering dengan kadar air sesuai permintaan pengumpul.

Saat ini harga Kakao di tingkat pengumpul besar hasil bumi mencapai Rp 24.000 sampai Rp 25.000 per kilogram sedangkan biasanya hanya Rp 22.000 per kilogram.

Berdasarkan data dari Dinas Perkebunan Kabupaten Lampung Selatan, luas perkebunan Kakao di daerah itu mencapai 13.190 hektare dengan produksi 6.907 ton per tahun yang bersentra di Kecamatan Katibung, Kalianda, Rajabasa, Bakauheni dan Penengahan. 

DIKUTIP DARI KOMPAS, SELASA, 13 SEPTEMBER 2011


Artikel Terkait