Disiapkan Lahan 500 Ha di Kutim
05 Maret 2010 Admin Website Artikel 349
#img1# #img2#













Di Muara Wahau dan Kongbeng, sudah merasakan kehadiran kelapa sawit. "Pendapatan masyarakat Wahau dan Kongbeng sekarang ini jauh lebih baik dan tenang mereka, karena kebun sawitnya telah mendatangkan uang," kata Awang Faroek. Dihadiri Bupati Kutim H Isran Noor dan pejabat lainnya, Awang Faroek menyebutkan pembangunan kelapa sawit diprogramkan 1 juta hektar dalam program Kaltim Bangkit 2013.

"Karenanya lahan yang nganggur lebih baik digarap menjadi perkebunan kelapa sawit sehingga menguntungkan semua pihak terutama petani, kalau PNS punya kebun sawit kelak ia akan mendapatkan tambahan pendapatan minimal empat juta rupiah sebulan tentu ini sangat menguntungkan," ujar Awang Faroek seusai meresmikan penanaman perdana kelapa sawit kerjasama Pusat Koperasi Pegawai Republik Indonesia Kaltim dengan PT Karyanusa Eka Daya, Selasa (2/3) kemarin di Desa Marah Haloq Kecamatan Telen.

Kawasan kebun sawit kemitraan PKPRI Kaltim dengan PT KED ini awalnya kawasan kebun kelapa hibrida. Lahan yang digarap seluas 500 Ha merupakan eks PTP VI. Namun, lahan yang digarap dengan kelapa hibrida ternyata tidak memberikan keuntungan. "Akhirnya lahannya jadi lahan terlantar, karena tak memberikan arti apa-apa kecuali kerugian bagi petani," beber Kadis Perkebunan Kaltim DR Ir HM Nurdin MT.

Penanaman perdana kelapa sawit di areal PT KED kemarin juga ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Awang Faroek, selain itu gubernur menyerahkan bantuan buku paket kepada Camat Teleh Sargius dan Camat Muara Wahau Abdurahman.

DIKUTIP DARI KALTIM POST, KAMIS, 4 MARET 2010

Artikel Terkait