Kakao
03 Juni 2020 Admin Website Komoditi 1948
Kakao
Kalimantan Timur merupakan salah satu penghasil kakao rakyat di Indonesia, meskipun arealnya relatif kecil dibanding dengan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah, tetapi bagi petani dibeberapa tempat di Kalimantan Timur, komoditi tersebut dijadikan sebagai mata pencaharian yang utama. 

Beberapa daerah yang tercatat sebagai sentra penanaman kakao di Kalimantan Timur antara lain Kabupaten Berau (kecamatan Sambaliung) dan Kabupaten Kutai Timur (kecamatan Busang). Di beberapa tempat lainnya juga terdapat areal perkebunan kakao dalam luasan yang relatif kecil. Luas areal pertanaman kakao menurut statistik tahun 2019 sebesar ± 7.328 ha dengan produksi biji kakao kering sejumlah 2.513 ton.


Tanaman tersebut secara keseluruhannya merupakan pertanaman rakyat. Produksi biji kakao kering Kalimantan Timur dengan mutu unfermented sebagian besar dipasarkan di Sabah Malaysia. Khususnya yang dihasilkan oleh petani Kalimantan Timur bagian utara. Produk petani perkebunan kakao lainnya dipasarkan sebagai perdagangan antar pulau ke Makassar untuk selanjutnya dipasarkan kepasaran Amerika Serikat. Sebagaimana komoditi pertanian lainnya, harga biji kakao kering selalu mengalami pasang surut yang tergantung kepada harga pasaran dunia. 

Pada saat nilai dolar pada rupiah tinggi, harga kakao juga melambung sehingga pendapatan petani meningkat. Dalam upaya mendorong perluasan, tanaman kakao di Kalimantan Timur, Dinas Perkebunan selain memberikan bimbingan juga bantuan bibit unggul, sarana produksi dan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) perkebunan.

Perkembangan data statistik, produksi, produktivitas dan tenaga kerja perkebunan Kalimantan Timur komoditi kakao tahun 2011 - 2019 dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 1. Rekapitulasi Luas Areal, Produksi & Tenaga Kerja Komoditi Kakao 

Tahun Luas TM
(Ha)
Total Luas
(Ha)
Produksi
(Ton)
Produktivitas
(Kg/Ha)
Jumlah Petani
(KK/TKP)
2019 4.429 7.328 2.513 567 4.058
2018 4.343 7.298 2.393 551 4.586
2017 4.856 7.778 2.435 501 5.087
2016 4.981 7.931 2.751 552 5.520
2015 5.163 8.296 3.948 765 7.094
2014 5.735 9.514 4.053 707 7.677
2013 6.849 10.999 6.193 904 8.540
2012 7.346 11.857 5.311 723 9.639
2011 8.060 13.502 5.722 710 11.182

Sumber : Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur (2020) 

Tabel 2. Rekapitulasi Luas Areal, Produksi & Tenaga Kerja Menurut Kabupaten/Kota 2019

Kabupaten  Kota Luasan Total
(Ha)

Produksi

(Ton)

Produktivitas

(Kg/Ha)

Jumlah Petani

(KK/TKP)

Kutai Kartanegara 112 50 909 132
Kutai Timur 3.415 1.265 526 1.745
Kutai Barat 517 17 102 365
Mahakam Ulu 1.499 282 440 224
Penajam Paser Utara 10 3 335 11
P a s e r 125 5 325 241
B e r a u 1.625 885 794 1.312
Samarinda 20 3 150 18
Balikpapan 5 3 500 10
Bontang - - - -
Total Tahun 2019 7.328 2.513 567 4.058

Sumber : Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur (2020)

Pengolahan kakao selama ini dengan cara tradisional dan hasilnya berupa kakao non prementasi, sedangkan pemasarannya oleh petani dijual kepada pengumpul dan selanjutnya melalui pedagang antar provinsi dikirim ke Sulawesi Selatan dan Malaysia. Namun demikian, produk kakao juga berpeluang dikembangkan ke sektor industri, dengan produk turunan kakao sebagai berikut :

 


Artikel Terkait