Awang : Jangan Pernah Ragu Jadi Petani
09 Juni 2014 Admin Website Berita Daerah 351
Awang : Jangan Pernah Ragu Jadi Petani

MALANG. Saat menghadiri Rembug Utama pada ajang Pekan Nasional (Penas) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XIV Tahun 2014 di Malang, Jawa Timur, Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menegaskan bahwa pertanian merupakan soko guru pertumbuhan perekonomian Indonesia.

Menurut dia, pelaku usaha terlebih lagi para pelaku utama (petani) tidak perlu ragu menekuni usaha pertanian dengan berbagai sub sektor di dalamnya, baik peternakan, pertanian tanaman pangan, perkebunan, kelautan dan perikanan maupun usaha-usaha kehutanan.

Usaha pertanian lanjut gubernur, menentukan produksi pangan yang sangat dibutuhkan  manusia. Sampai kapan pun pangan akan tetap dibutuhkan. Bahkan dengan bertambahnya penduduk dunia, kebutuhan pangan sudah pasti akan terus meningkat.

Karena itu, kemandirian dan ketahanan pangan akan sangat menentukan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Bagi Kaltim, terpenting saat ini adalah menetapkan dan menegaskan kawasan pertanian yang tidak boleh dialihfungsikan.

"Saya sangat setuju dan mendukung apa yang dikemukakan Ketua DPN HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia), Prabowo Subianto untuk mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan. Sebab hal ini sesuai dengan kebijakan daerah yang memrioritaskan program pertanian dalam arti luas,"  ujar Awang Faroek Ishak, Jumat (6/6).

Namun diakuinya, pengembangan kegiatan pertanian di daerah masih kerap menemui kendala diantaranya alih fungsi lahan produktif dan tumpang tindih lahan. Akibat permasalahan tersebut, kegiatan sektor pertanian terus mengalami kendala hingga  luas lahan dan produksi pangan terus menurun. Awang menyebut, perlu intervensi dan komitmen yang kuat pemerintah dengan memberdayakan masyarakat termasuk sektor privat (swasta).

Kaltim merupakan salah satu provinsi dari 12 provinsi yang mendapat perhatian khusus dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menjadi sentra pengembangan pertanian dalam penyediaan pangan utama baik padi, jagung, kedelai, ubi kayu, daging sapi dan ikan.

Terpenting  saat ini ujar Awang Faroek adalah bagaimana lahan-lahan pertanian yang sudah ada dan tersebar di 11 kabupaten  baik di Kaltim maupun Kaltara itu tidak berkurang, sebaliknya terus bertambah.

Pemprov terus  berupaya memfasilitasi petani agar benar-benar memiliki lahan yang tetap dan tidak dialihfungsikan melalui sertifikasi lahan. Termasuk telah dibuatkan peraturan daerah berkaitan kawasan produktif atau lahan pertanian.

Selain itu, kegiatan pertanian tidak lagi dikelola dengan cara tradisional tetapi menggunakan pola modern atau didukung mekanisasi (alat pertanian dan teknologi tepat guna) sehingga produksi dan produktifitas pertanian bisa terus ditingkatkan.

"Pemerintah telah berjanji akan menggelontorkan anggaran bagi 12 provinsi masing-masing Rp1 triliun untuk mendukung pengembangan pertanian dalam arti luas. Komitmen ini nantinya akan benar-benar diwujudkan oleh pemerintah pusat," jelasnya.

Dirinya berkeyakinan melalui pengembangan sektor pertanian di daerah dengan didukung pusat dengan alokasi APBN dan peran serta pihak swasta dan masyarakat maka pertanian Kaltim akan mampu menopang perekonomian daerah bahkan nasional.

Rembug Utama diikuti ratusan peserta utama dan pendamping serta peninjau dari seluruh kontingen se-Indonesia. Tampak hadir Ketua Umum KTNA Nasional Winarno Tohir serta Sekjen KTNA Nasional HM Yadi Sofyan Noor serta Ketua DPN HKTI Nasional Prabowo Subianto. (yans/sul/es/hmsprov) 

SUMBER : http://kaltimprov.go.id/berita-3773-awang--jangan-pernah-ragu-jadi-petani.html


Artikel Terkait