593 Petani Garap 992 Hektar Lahan Perkebunan
12 Oktober 2009 Admin Website Artikel 348
Kepala UPP Revitalisasi Perkebunan Kubar Sukorilawan menjelaskan, dari 19.487 hektare lahan tersebut, pada 2008 telah dibuka perkebunan seluas 992 hektare tersebar di lima kecamatan. Kegiatan ini masuk dalam perkembangan Verifikasi Dokumen Program Revitalisasi Perkebunan Non Kemitraan pada 2009. Untuk pengelolaan atau pembukaan lahannya, petani diberikan kemudahan modal dengan cara mengajukan pinjaman di bank. ?Hingga kini realisasinya dalam proses,? sebut Sukorilawan.

#img1# Untuk kegiatan di lima kecamatan itu, sudah terbentuk 20 kelompok tani dari 12 kampung dengan jumlah 593 petani. Kelima kecamatan itu adalah Mook Manaar Bulatn, Long Hubung, Muara Lawa, Siluq Ngurai, dan Nyuatan.

Agar perkebunan ini sukses di Kubar, instansinya bertugas melakukan kegiatan pendampingan kepada petani serta kelompok masyarakat dengan pola kemitraan atau nonkemitraan atau swadaya yang mengembangkan perkebunan. Tidak menutup kemungkinan juga melakukan pendampingan terhadap Perkebunan Besar Swasta (PBS).

Ke depan, juga akan dilakukan identifikasi kebun plasma, dan mengupayakan mendampingi pola-pola PBS. Pola kemitraan swadaya atau mandiri untuk Kubar banyak di lakukan petani kakao dan karet.

Di Kecamatan Mook Manaar Bulatn lokasinya berada di Kampung Marimun, yakni Kelompok Tani Marimun 1 dengan luas lahan 25 hektare. Sementara Kelompok Tani Bina Harapan 1 luasnya 50 hektare, disusul Kampung Muara Jawaq dengan luas 20 hektare.

Sementara di Kecamatan Long Hubung berada di Kampung Mamahak Teboq yakni Kelompok Tani Karya Bersama dengan luas 50 hektare, disusul Tunas Payang seluas 41 hektare, Kampung Matalibaq yakni Kelompok Tani Paran Maran dengan luas 28 hektare, serta Kelompok Lestari luasnya 48 hektare, dan Karet Pamili 52 hektare. Ada juga kelompok Karet Indah Jaya seluas 56 hektare. Sementara di Kampung Long Hubung yakni Bato Kumba seluas 72 hektare, dan Karet Malibu Lestari di Kampung Lutan seluas 34 hektare, serta Data Tipan 2 hektare.

Berikutnya Kecamatan Muara Lawa yakni Kampung Dingin oleh Kelompok Tani Ngumak Tewei dengan luas lahan 78 hektare, Bangun Bersama 20 hektare, dan Sempekat Mahau Raya 1 seluas 40 hektare. Di Kampung Benggeris yakni Tuwaja Bersatu seluas 38 hektare.

Selanjutnya Kecamatan Siluq Ngurai terdapat di Kampung Penawang melalui kelompok Bersatu Kita Maju 108 hektare, Kampung Kenyanyan melalui Kelawit Membangun 20 haktare, Kampung Bentas yakni kelompok Dimas 96 hektare.

Terakhir di Kecamatan Nyuatan terdapat di Kampung Intu Linggau oleh Tana Subur 1 dengan lahan 54 hektare.

DIKUTIP DARI KALTIM POST, SENIN, 12 OKTOBER 2009

Artikel Terkait