Biocoating Untuk Pengendalian Hama PBK
18 Oktober 2016 Admin Website Berita Kedinasan 572
Biocoating Untuk Pengendalian Hama PBK

SAMARINDA. Kakao merupakan komoditi unggulan perkebunan di Kaltim, khususnya di kabupaten Kutai Timur dan Berau. Namun salah satu penyebab penurunan produksi hingga 80 % dikarenakan adanya serangan hama Penggerek Buah Kakao (PBK), sehingga mempengaruhi penurunan pendapatan bagi petani kakao.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Pengembangan dan Perlindungan Tanaman Perkebunan (UPTD P2TP), Supriyadi mengatakan akibat dari serangan hama PBK, biji kakao menjadi keras dan menempel satu sama lain sehingga menurunkan produktivitas baik secara kualitas maupun kuantitas.

Menurutnya, selama ini, pengendalian hama PBK dilakukan secara kultur teknis dan penggunaan pestisida menjadi altenatif terakhir apabila tingkat serangan masuk dalam kategori berat.

"Metode penyarungan paling efektif dalam pengendalian hama PBK, namun kelemahannya menimbulkan kerusakan lingkungan akibat peningkatan produksi sampah plastik dan memerlukan tenaga kerja yang lebih banyak," ungkap Supriyadi.

Oleh karena itu, lanjutnya, perlu ditemukan alternatif bahan pengganti yang memiliki sifat yang dapat terdegredasi, berbentuk cairan mudah dalam aplikasi dan aman bagi kesehatan manusia serta tidak menimbulkan residu pestisida sehingga tidak mengurangi kualitas kakao.

"Biocoater merupakan bahan polimer dengan sifat menyerupai plastik namun dapat terdegradasi atau terurai melalui proses alam. Keunggulannya karena dirancang menjadi lapis pelindung anti hama (protective coating)," urai Supriyadi.

Supriyadi menambahkan, aplikasi biocoater ini lebih mudah dibandingkan penyarungan dengan interval aplikasi yang lebih jarang daripada penggunaan insektisida sehingga dapat menurunkan biaya produksi budidaya kakao, terutama dalam penggunaan tenaga kerja.

Di masa mendatang produk biocoater diharapkan menjadi alternatif pilihan utama dalam teknoligi pengendalian OPT yang lebih baik, sehat, aman dan ramah lingkungan serta tidak meninggalkan residu pestisida.

Diterangkan, UPTD P2TP bekerjasama dengan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao, Jember melaksanakan kegiatan Pengujian Efektifitas Biocoating untuk pengendalian PBK di kebun kakao di Desa Teluk Pandan, Kecamatan Teluk Pandan, Kutai Timur. (erma/rey/disbun)

SUMBER : UPTD PENGEMBANGAN DAN PERLINDUNGAN TANAMAN PERKEBUNAN


Artikel Terkait