Targetkan Produksi 80 Juta Kecambah Sawit
27 Maret 2008 Admin Website Artikel 346
Bila prosduksi kecambah sawit di Bengalon berhasil guna, maka dipastikan benih kelapa sawit untuk kebutuhhan Kalimantan tidak perlu lagi mengimpor dari luar. Karena Pustekinfo kelapa sawit diyakini sudah mampu menyediakan bibit sawit unggul yang dijamin keasliannya. Jadi ke depan peredaran bibit sawit palsu dapat ditekan. Selama ini bibit sawit palsu tersebut dapat merugikan masyarakat tani.

Oleh karena itu, Pemkab terus melakukan pembenahan dalam upaya membangun industri ulu, industri menengah dan industri ilir. Konsep gerakan daerah pengembangan agribisnis (Gerdabangagri) dapat dicapai apabila tiga sektor indutri tersebut dimaksimalkan. Industri hilir dapat berjalan sukses apabila didukung indutri menengah. Begitu juga industri menengah dapat berjalan lancar apabila ditopang industri ulu.

Jadi pembangunan Pustekinfo tersebut merupakan pilihan tepat untuk program perkebunan sawit yang sedang marak ditumbuhkembangkan khususnya di hampir seluruh kecamatan se-Kutim. Terkecuali Kecamatan Sengata yang tidak memiliki lahan yang cukup untuk pengembangan kelapa sawit.

Keberadaan Pustekinfo didukung oleh Departemen Pertanian. Ini terbukti ketika peresmian pembukaan Pustekinfo oleh Bupati Kutim Awang Faroek Ishak (AFI) belum lama ini, hadir pejabat Direktorat Jenderal Perkebunan. Tak ketinggalan juga Kepada Dinas Perkebunan (Kadisbun) Kaltim Maksum Marhamah.

Diakui Kadisbun Kaltim, bahwa pembangunan Pustekinfo di wilayah Kutim adalah merupakan cikal bakal terwujudnya program revitalisasi pertanian yang sedang digalakkan dewasa ini. "Sebenarnya, hari ini (Kamis,13 Maret lalu, Red), saya mendapat tiga undangan acara. Namun setelah saya baca undangan itu, saya pikir bahwa yang paling bagus saya hadiri adalah acara peresmian Pustekinfo sawit ini. Ini karena erat kaitannya dengan bidang saya selaku pimpinan di departemen perkebunan provinsi," tutur Maksum ketika didaulat memberi sambutan di lokasi peresmian.

Sementara AFI mengatakan, revitalisasi pertanian dalam arti yang luas yang sedang dilaksanakan, bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Keberpihakan kepada kaum petani itu sangat penting. Ia mengharapkan kepada Pustekinfo agar menggenjot habis-habisan memberi contoh kepada yang lain bagaimana bercocok tanam yang baik dan benar. Termasuk mengolah perkebunan kepala sawit. Agar kedepan warga Kutim semuanya sejahtera.

Oleh karena itu, orang nomor satu di Kutim ini menegaskan kepada perusahaan perkebunan kelapa sawit yang berinvestasi di wilayah Kutim agar membangun kebun lebih dulu, kemudian membangun pabrik belakangan. "Bangun kebun kelapa sawit dulu, baru bangun pabriknya. Itu perlu diperhatikan," tandasnya.

Apalagi Pustekinfo sudah memulai pembangunannya di sini. Itu patut disyukuri dan perlu mendapat terus dukungan dari masyarakat setempat. Karena keberadaan Pustekinfo tersebut dipastikan memberi manfaat yang cukup besar terhadap kemajuan perkelapasawian daerah ini.

DIKUTIP DARI KALTIM POST, KAMIS, 27 MARET 2008

Artikel Terkait