Kemitraan Sawit Pacu Pertumbuhan Koperasi
25 April 2014 Admin Website Berita Daerah 294
Kemitraan Sawit Pacu Pertumbuhan Koperasi
SANGATTA. Iklim investasi pada sektor perkebunan kelapa sawit juga sangat memberikan dampak positif pada perkembangan koperasi di Kutim. Sebab, adanya kegiatan pembangunan kebun plasma yang dikelola secara kemitraan antara masyarakat dengan perusahaan.

Ratusan koperasi tersebut dapat eksis dan berkembang karena telah menjalin kerjasama melalui program kemitraan dengan sekurangnya 106 perusahaan besar swasta (PBS) yang beroperasi di wilayah Kutim.

Dijelaskan lebih jauh oleh Kadisbun, ratusan unit koperasi dimaksud saat ini mengelola target kebun kemitraan seluas kurang lebih 81.543 hektare. Dengan realisasi 37.214 hektare lahan dengan status tanaman belum menghasilkan (TBM) dan 10.306 berstatus lahan dengan tanaman menghasilkan (TM). Jadi total realisasi luas kebun yang dikelola melalui program kemitraan melibatkan koperasi mencapai 47.969 hektare. Cakupan luas kebun kemitraan tersebut, merupakan jumlah 20 persen lahan yang dialokasikan pihak perusahaan untuk pengembangan kebun plasma bagi masyarakat.

Dengan kenyataan tersebut, menurutnya secara langsung atau tidak tentunya akan memberikan dampak positif bagi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat Kutim. Dia mengakui memang hingga saat ini pada perjalanannya masih menemui beberapa masalah. Tetapi dengan koordinasi yang baik antara pemerintah, perusahaan dan masyarakat semua masalah yang ada dapat diatasi dengan baik tanpa menimbulkan hal negatif. Dia berharap perkebangan jumlah koperasi ini dapat menjadikan Kutim sebagai kabupaten koperasi dimasa datang, tentunya dibawah binaan Dinas Koperasi dan UKM.

Agar koperasi yang ada dapat terus eksis, Akhmadi menyarankan agar seluruh anggota koperasi dapat konsisten melaksanakan RAT (rapat anggota tahunan). Sehingga dapat dilakukan evaluasi sekaligus melihat progress kemajuan koperasi yang dijalankan selama ini. Berikutnya berkoordinasi dengan Dinas Koperasi dan UKM terkait upaya peningkatan mutu serta kualitas sumber daya manusia (SDM) pengelola koperasi.

DIKUTIP DARI VIVA BORNEO, RABU, 23 APRIL 2014

Artikel Terkait