Targetkan 500 Ribu Hektare Sawit
29 November 2010 Admin Website Artikel 239

SANGATTA - Kabupaten Kutai Timur yang memiliki potensi lahan cukup luas, menargetkan akan membangun kebun kelapa sawit seluas 500 ribu hektare. Dengan luasan areal dimaksud, maka diharapkan kelak Kutim akan menjadi sentra sawit terbesar di tanah air.
 Apabila tanaman kelapa sawit itu sudah terealisasi, baik milik perusahaan perkebunan swasta maupun masyarakat, dampak pertumbuhan ekonomi akan terasa sekali di tengah masyarakat.

 “Kita ingin menciptakan masyarakat menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri. Perkebunan kelapa sawit yang dicanangkan seluas 500 ribu hektare itu diharapkan masyarakat bisa ikut menikmatinya. Salah satu pola yang diterapkan adalah menjalin kerja sama kemitraan antara perusahaan dengan masyarakat melalui koperasi,” kata Kepala Dinas Perkebunan Kutim HM Akhmadi Baharuddin belum lama ini.

 Salah satu langkah yang ditempuh agar target itu bisa tercapai antara lain, Pemkab Kutim terus melakukan pembenahan di berbagai sektor. Antara lain menata kembali tata ruang wilayah di seluruh Kutim. Bahkan tanaman sawit bukan hanya di Kongbeng dan Wahau, namun dikembangkan ke seluruh daerah yang berpotensi.

 Saat ini, perkebunan kelapa sawit juga sudah mengarah ke kawasan Sangsaka (Sangkulirang, Sandaram dan Kaliorang). Selain perkebunan sawit, kawasan itu nantinya juga dikembangkan menjadi kawasan industri, karena dekat dengan pelabuhan Maloy yang memiliki potensi cukup besar untuk dikembangkan menjadi pelabuhan samodera internasional.

Guna mendukung hal itu, di kawasan Sangsaka bakal dibangun pelabuhan dengan berbagai fasilitas industri lainnya. “Seluruh produk kelapa sawit akan diolah di kawasan Sangsaka. Mulai margarine, minyak kelapa sawit, sabun dan sebagainya,” jelasnya.

Pengembangan tanaman kelapa sawit ini juga mulai merata di seluruh kecamatan. Dia meminta kepada investor yang masuk, agar menyebar di seluruh daerah. Sehingga masyarakat seluruh Kutim juga bisa menikmati dampak pertumbuhan ekonomi ini dengan baik.

 “Bukan saja di Kongbeng dan Muara Wahau. Tanaman sawit sudah mulai merambah di Telen, Sangkulirang, Kaliorang, Muara Ancalon dan sebagainya. Kita ingin pertumbuhan sawit berkembang secara merata, sesuai potensi yang ada di daerah masing-masing,” ujarnya.

Secara pelan tapi pasti, pertumbuhan ekonomi akan terus berkembang dengan baik. Jika program itu berjalan lancar, Akhmadi Baharuddin mengaku optimistis kesejahteraan masyarakat Kutim akan lebih baik lagi ke depan.

 

DIKUTIP DARI KALTIM POST, SENIN, 29 NOPEMBER 2010


Artikel Terkait