Sulit Pasarkan TBS
12 Februari 2009 Admin Website Artikel 327
Sekarang menurutnya, petani kelapa sawit di Kaliorang kesulitan memasarkan TBS (tandan buah segar,red) sawit. Disamping itu, harga TBS di Kaliorang sangat murah.

#img1# Disebutkan, pemasaran TBS sawit dari petani itu sebelum terjadi resesi ekonomi dikelola oleh pihak kecamatan. Selanjutnya TBS sawit itu diangkut ke pabrik crude palm oil (CPO) di Tanah Grogot, Kabupaten Paser.

"Hal itu dilakukan pihak kecamatan, dengan tujuan ingin membantu petani. Agar mereka jangan mengalami kerugian. Namun setelah resesi ekonomi melanda Amerikat Serikat ternyata berpengaruh terhadap pemasaran TBS. Sekarang pihak kecamatan tak mampu lagi mengelolanya," kata Hormansyah beberapa waktu lalu

Apabila pihak kecamatan terus menangani pemasaran TBS sawit, menurut Camat Kaliorang maka kerugian tidak dapat dihindarkan. Karena biaya transportasi TBS sawit ke Tanah Grogot lebih mahal dibanding harga jual TBS yang diangkut.

Satu truk bisa mengangkut delapan ton TBS. Sedangkan ongkos angkutnya sekitar Rp 4 juta. Namun setiba di Paser, TBS itu dibeli dengan harga murah. Biaya transportasi ternyata lebih besar dibanding harga jual TBS. Itulah masalahnya sehingga pihak kecamatan tidak sanggup lagi mengelola pemasaran TBS sawit, karena rugi.

Kebun sawit yang dikelola warga Kaliorang itu menurut Camat Hormansyah adalah bibit bantuan pemerintah Kabupaten Kutim yang diberikan secara gratis beberapa tahun silam.

Meskipun kelapa sawit di Kaliorang sudah berproduksi, namun hingga sekarang belum ada pabrik CPO. Itulah yang mengakibatkan petani sawit mengalami kerugian. Para petani sendiri tak mungkin menjual langsung TBS sawit ke pabrik CPO di Tanah Grogot.

DIKUTIP DARI KALTIM POST, KAMIS, 12 PEBRUARI 2009

Artikel Terkait