Sosialisasi Indikasi Geografis Lada Malonan I
27 November 2017 Admin Website Berita Kedinasan 307
Sosialisasi Indikasi Geografis Lada Malonan I

SAMARINDA. Lada Malonan 1 merupakan varietas unggul nasional asal Kaltim yang telah dilepas untuk benih unggul tanaman lada di Indonesia. Dalam upaya memberikan nilai tambah dan daya saing serta keuntungan kepada para stakeholder yang terlibat, baru – baru ini Dinas Perkebunan Kaltim melaksanakan Sosialisasi Indikasi Geografis Lada Malonan 1 di Samarinda.

Kepala Dinas Perkebunan Kaltim, Ujang Rachmad mengatakan beberapa tahun terakhir, pengembangan luas areal lada rakyat kembali diintensifkan, hal ini karenanya adanya informasi harga yang lebih baik dan peluang pasar dunia.

Adapun tujuan dari kegiatan ini, lanjut Ujang, adalah untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang indikasi geografis kepada masyarakat, petani / produsen lada, pelaku usaha dan pemerintah, sehingga perlu dilakukan upaya – upaya dalam mendapatkan sertifikat indikasi geografis.

“Dengan indikasi geografis, lada Malonan 1 akan mendapatkan sertifikasi berupa label nama dan proteksi berupa hak paten dagang dan terdaftar di dalam buku indikasi geografis sehingga produk lada Malonan 1 bisa dikenal di tingkat nasional maupun internasional”, ungkap Ujang.

Malonan 1 memiliki beberapa keunggulan, diantaranya, Malonan 1 mengandung minyak atsiri sebesar 2,35 persen, oleoserin 11,23 persen dan piperin 3,82 persen atau lebih tinggi dari oleoserin dan piperin lada putih varietas Petaling 1 yang hanya 10,66 persen dan 3,03 persen.

Termasuk  lada enteng dengan kandungan minyak atsiri 2,90 persen, piperin 3,96 persen, dan oleserin 12,59 persen.

Sedangkan lada hitam Kaltim memiliki kandungan minyak atsiri 2,61 persen, oleoserin 15,60 persen dan piperin 3,18 persen atau lebih tinggi dari oleoserin dan piperin lada hitam varietas Natar 1 (11,29 persen dan 2,35 persen).

Selain itu, Malonan 1 memiliki toleran terhadap penyakit busuk pangkal batang dan mampu berproduksi sepanjang tahun dengan rata-rata produksi 2,17 ton per hektar per tahun.

“Melalui kegiatan ini, kiranya upaya ini dapat disambut secara positif oleh seluruh stakeholder yang terlibat dalam pengembangan lada sehingga memberikan dampak yang mampu menggairahkan kembali kejayaan lada di Kaltim,” harap Ujang.

Sosialisasi diikuti sebanyak 40 orang perserta yang terdiri dari Dinas Perkebunan Kukar, asosiasi, petani, kelompok tani dan pelaku usaha yang terlibat dalam pengembangan lada. Hadir sebagai narasumber Bapak Drs. Verdya Patrijasa dan Ibu Jenny Laura Ulina Panjaitan, SP dari Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian. (rey/disbun).

SUMBER : BIDANG PENGEMBANGAN KOMODITI


Artikel Terkait