Sektor Perkebunan Buka Banyak Peluang
12 Juni 2008 Admin Website Artikel 283
PROGRAM yang dicanangkan Pemkab Paser berupa revitalisasi perkebunan 30 hektare serta kewajiban pihak perusahaan sektor perkebunan memberikan 20 persen dari luas lahan perkebunan untuk rakyat, sangat memungkinkan hal dimaksud.

"Sekarang tinggal kemauan masyarakat. Banyak peluang yang bisa dilakukan petani yang belum memiliki lahan perkebunan, yakni melalui revitalisasi perkebunan yang pernah dicanangkan beberapa bulan lalu oleh Menteri Pertanian RI," kata bupati saat melakukan sosialisasi pembangunan di Kecamatan Batu Engau, Senin (9/6) lalu.

Selain itu, program lain yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Paser untuk meningkatkan derajat ekonomi masyarakat di pedesaan, di antaranya, menggali berbagai potensi pedesaan, melalui sektor perkebunan, pertanian, perikanan, maupun sektor peternakan.

"Banyak program yang menjadi prioritas pembangunan tahun 2008 dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat Kabupaten Paser, khususnya masyarakat di desa-desa," kata bupati.

Selain itu, untuk sektor pertanian dan perkebunan, peternakan serta perikanan, pemerintah daerah terus membantu para petani dalam meningkatkan produksinya dengan berbagai program.

"Harapan kita, melalui alokasi yang cukup besar pada anggaran tahun ini, baik perkebunan maupun semua sektor pertanian dalam arti luas semakin bergairah. Artinya, dengan program-program pertanian ini, yang tujuannya untuk kemakmuran rakyat, dapat dirasakan secara nyata," katanya di hadapan unsur muspika, kepala desa, dan anggota BPD se-Kecamatan Batu Engau.

Melalui program dimaksud, menurut bupati, baik pada sektor perkebunan maupun pertanian, peternakan dan perikanan akan membawa kesejahteraan petani.

"Dengan program ini, tidak ada lagi masyarakat kita yang menjadi penonton. Saat ini masih cukup banyak warga kita yang tidak mempunyai lahan. Mereka hanya sebagai pesuruh. Karena itu, melalui program ini, insya Allah, apa yang kita cita-citakan dapat tercapai, mengangkat derajat kehidupan dan ekonomi warga kita yang masih tertinggal," tegasnya.

DIKUTIP DARI KALTIM POST, KAMIS, 12 JUNI 2008

Artikel Terkait