Sekolah Lapang bagi Pekebun Lada
25 Agustus 2014 Admin Website Berita Daerah 333
Sekolah Lapang bagi Pekebun Lada
TANJUNG REDEB. Program sekolah lapang pengendalian hama terpadu (SL-PHT) bagi pekebun terus dilakukan jajaran Dinas Perkebunan Kabupaten Berau. Saat ini setidaknya tercatat kurang lebih 2.940 petani yang telah mengikuti program sekolah lapang. Beberapa komoditi perkebunan unggulan yang masuk dalam program SL-PHT di antaranya kakao, karet, serta lada, yang saat ini nilai jual produk perkebunan unggulan ini terus mengalami peningkatan.
 
Tahun ini Dinas Perkebunan dengan dukungan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Berau kembali melaksanakan sekolah lapang bagi petani lada di 6 kampung yang menjadi sentra budi daya lada. Di antaranya Suka Muria Kecamatan Talisayan, Biatan Bapinang Kecamatan Biatan, Buyung-Buyung Kecamatan Tabalar, Pesayan Kecamatan Sambaliung dan Maluang Kecamatan Gunung Tabur. Setidaknya 150 petani mengikuti program ini.
 
Tidak hanya anggaran yang bersumber dari APBD Berau, namun pekebun lada di Bumi Batiwakkal juga mendapat dukungan dari Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur yang menggelar sekolah lapang tanaman lada di dua kampung masing-masing Kampung Tembudan Kecamatan Batu Putih dan Kasai di Kecamatan Pulau Derawan. 50 peserta dalam sekolah lapang ini mengikuti pembelajaran selama 16 kali pertemuan yang berlangsung Agustus hingga November mendatang.
 
Kepala Bidang Perlindungan Dinas Perkebunan Provinsi Kaltim, Heny Herdianto yang membuka SL PHT Lada di Kampung Tembudan beberapa hari lalu menyebutkan, jika komoditi lada saat ini mengalami perkembangan yang sangat baik. Termasuk di Kabupaten Berau yang juga menjadi salah satu daerah unggulan pengembangan lada.
 
Sehingga Dinas Perkebunan provinsi memberikan dukungan dalam meningkatkan sumber daya pekebun dalam melaksanakan budi daya dan pengendalian hama dan penyakit tanaman yang baik. Tidak hanya lada, Dinas Perkebunan Provinsi juga memprogramkan sekolah lapang lanjutan budi daya kakao di Kecamatan Gunung Tabur.
 
Sementara Kepala Dinas Perkebunan Berau, Basri Sahrin, melalui Kepala Bidang Perlindungan Perkebunan, Amran Arief, menyebutkan jika perkebunan lada di Berau hingga akhir tahun 2013 lalu sudah mencapai 1.607 hektare dengan produksi mencapai 1.088 ton biji kering. Jumlah tenaga kerja di budi daya lada ini tercatat 1.723 pekebun. "Kita terus mendorong pembangunan perkebunan lada termasuk mendampingi petani melalui program pelatihan dan sekolah lapang ini," ungkapnya.
 
Budi daya tanaman lada, dikatakan Amran, sangat menjanjikan. Musim panen saat ini nilai jual lada sudah berkisar Rp 105 ribu per kilogram. Nilai jual ini meningkat dari tahun sebelumnya yang berkisar Rp 75 ribu per kilogram biji kering. Dengan tingginya nilai jual lada ini, pihaknya berharap petani semakin semangat dalam mengembangkan budi daya lada. (hms9/one/k14)

DIKUTIP DARI KALTIM POST, SENIN, 18 AGUSTUS 2014

Artikel Terkait