Perusahaan Jamin Masyarakat Tak Rugi
30 Januari 2009 Admin Website Artikel 363
#img1# Keseriusan membangun komitmen tersebut disampaikan langsung Direktur Utama PT JPI, Rhapael Susanto kepada wartawan, Kamis (29/1) kemarin. "Kalau bicara soal komitmen, setiap perusahaan pasti mengiyakan. Demikian juga kami (PT JPI,Red.). Bagaimana komitmen kami, persoalan ini tak bisa sekadar dijanjikan. Akan kami buktikan," terang Susanto.

Kesanggupan PT JPI untuk memulai operasi dalam batas minimal ketersediaan lahan seluas 1.500 hektar, merupakan komitmen dan tanggung jawab moral PT JPI yang selama ini telah melakukan berbagai upaya agar bisa masuk ke Malinau. "Anda tahu sendiri kebanyakan perusahaan baru berani beroperasi jika lahan yang tersedia seluas 10.000 hektare," ujarnya.

Termasuk penetapan sistem kerja sama atau kemitraan yang dibangun PT JPI dengan masyarakat. Pada dasarnya sistem tersebut diambil sebagai upaya pihaknya dalam menjalin kerja sama yang saling menguntungkan antara kedua belah pihak. "Melalui sistem ini, kami menjamin masyarakat tidak akan dirugikan oleh perusahaan dalam hal apa pun, lebih-lebih dalam hal penghasilan," paparnya.

Dijelaskan, sistem atau pola yang akan diterapkan dalam pengembangan sawit ialah sistem atau pola kemitraan, bukan inti plasma seperti diterapkan oleh banyak perusahaan serupa. Dengan sistem tersebut, ungkapnya, perusahaan bertanggung jawab penuh atas segala biaya produksi menyangkut proses pengembangan perkebunan sawit tersebut. "Kami tidak akan membebankan modal pembukaan lahan dan pembangunan fasilitas terhadap masyarakat. Itu tanggungan perusahaan." tegasnya.

DIKUTIP DARI RADAR TARAKAN, JUMAT, 30 JANUARI 2009

Artikel Terkait