Pasar Diambil RI, Harga CPO Drop
02 Agustus 2012 Admin Website Artikel 316
KUALA LUMPUR. Harga minyak sawit di Kuala Lumpur turun untuk 3 bulan berturut-turut, menyusul prediksi ekspor sawit Malaysia turun pada July yang menandakan peralihan ke produk ekspor dari Indonesia.

Harga kontrak sawit pada pengiriman Oktober 2012 turun 1,6% menjadi RM 2.958 ringgit per ton di Bursa Derifativ Malaysia.

"Harga turun akibat dari ekspor Malaysia turun setelah indonesia mengambil alih pangsa pasar," ujar Paramalingam Supramaniam, Direktur Pelindung Bestari Sdn.
Harga kontrak minyak sawit tersebut selama july diperkirakan mencapai 1,8%. Lembaga survei Intertek mengatakan bahwa ekspor dari Malaysia turun 15% menjadi 1,23 juta ton pada Juli dibandingkan dengan Juni.

Berdasarkan pada data Bloomberg  terhadap lima pelaku industri, ekspor Indonesia diprediksi naik 23% menjadi 1,14 juta ton pada Juni, karena produsen mengambil untung dari penurunan pajak ekspor.

Tiga responden dalam survei memperkirakan produksi Indonesia akan turun 5% menjadi 2 juta ton dan mereka tidak menyebutkan perkiraan jumlah stok yang tersedia.

Malaysia berencana untuk menaikkan jumlah kuota CPO bebas tarif ekspor sebesar 2 juta ton untuk menaikan kuota CPO bebas tarif ekspor untuk mendorong harga lokal. Produsen sawit terbesar kedua di dunia tersebut berusaha mengatasi koreksi ekspor Indonesia memangkas pajak ekspor pada Oktober. Indonesia memangkas bea ekspor menjadi 15% pada Juli 15%  dibandingkan 19,5% pada Juni.

"Mulai Agustus, India akan membeli CPO lebih banyak dari Malaysia karena adanya tambahan kuota 2 juta ton tersebut," ujar Sandeep Bajoria, CEO pialang Sunvin Group di Mumbai.

Harga minyak sawit Malaysia yang merupakan acuan harga global, naik 4,7% dari level terendah 8 bulan pada Juni.

Di Dallian Commodity Exchange harga CPO pengiriman January naik 0,2% menjadi 7.866 yuan per ton.

DIKUTIP DARI BISNIS INDONESIA, RABU, 1 AGUSTUS 2012

Artikel Terkait