Sehektar Bisa Hasilkan 3 Ton Kopi
10 Januari 2011 Admin Website Artikel 294

MALINAU - Peningkatan produktivitas perkebunan tidakhanyaditentukan luasan area, namun produksihasil panen.Menurut Kepala Dinas PerkebunanPemkab Malinau Ir H Abdulfatah Zurkarnaenperluasan area perkebunan tidak otomatis menjamin tingkat produktivitas menjadi tinggi.

Karena produktivitas itu sangat dipengaruhi oleh pola intensifikasi perkebunan, yakni perlakukan terhadap tamanan. Mulai perawatan, pemupukan, pemberantasan hama dan pemangkasan dahan yang tidak produktif,dan lainnya. “Jadi, lebih baik produksi (kualitas) lebih ditingkatkan daripada perluasan lahan jika hasil sama saja,” terangnya.

Abdulfatah mengakui, standar hasil produksi di Malinau masih jauh dibawah target produksi. Misalnya, hasil produksi tanaman kopi. Dalam satu hektare terdapat 1.100 pohon dengan jarak tanam ideal 3 meter. Melihat luasan yang ada, dalam satu tahun normalnya hasil panen harus mencapai 3 ton. “Tetapi di Malinau masih jauh dibawah dari standar itu,” tegasnya.

Melihat kondisi demikian, sambungnya, luasan area yang ada saat ini harus digenjot melalui program intensifikasi melalui pemupukan, teknik perawatan dan pemangkasan dahan, dan lainnya. Upaya ini untuk mengoptimalkan lahan yang sudah ada. Intensifikasi memang sangat dianjurkan untuk diterapkan agar produk pertanian bisa lebih banyak dengan kualitas yang lebih baik pula.

Disebutkan, program unggulan bidang perkebunan di Malinau inimeliputikopi, karet, cokelat, sawit, lada,teh dan sebagainya. “Ini yang selama ini sudah dikembangkan dan digeluti masyarakat. Meskipun Dinas Perkebunan baru dibentuk 2 tahun lalu, semua sektor perkebunan yang ada sudah menjadi binaan Dinas Perkebunan sejak dipisahkan dari Dinas Kehutanan,” bebernya.
 
DIKUTIP DARI KALTIM POST, SENIN, 10 JANUARI 2011

Artikel Terkait