Disbun Optimis Lada Kaltim Kembali Berjaya
19 Januari 2015 Admin Website Berita Kedinasan 318
Disbun Optimis Lada Kaltim Kembali Berjaya

SAMARINDA. Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim optimis mengembalikan kejayaan lada di Kaltim, pasalnya imbas kenaikan harga jual lada putih yang mencapai Rp136 ribu per kilogram membuat petani kembali bergairah mengurus hamparan kebun lada.

Kepala Disbun Kaltim, Hj Etnawati mengatakan, kenaikan harga lada menjadi momentum yang baik dalam upaya mengembalikan kejayaan lada di Kaltim.

"Apalagi lada Kaltim merupakan plasma nutfah asli daerah Kaltim yang rencana diusulkan untuk dijadikan benih unggul nasional, mampu memicu semangat pekebun lada di Kaltim," kata Etnawati ketika berbincang, di Samarinda, Senin (19/01).

Menurutnya, lada putih asal Kaltim sudah lama terkenal di dunia, selain lada putih asal Bangka (Munthok white pepper) maupun lada hitam asal Lampung (Lampung black pepper). Kaltim merupakan salah satu daerah sentra pembudidayaan lada terbesar di Indonesia.

Produksi lada asal Kaltim ini sempat menurun karena harga yang kalah bersaing dengan komoditi lainnya. Selain itu banyak lahan-lahan milik petani yang beralih fungsi ke usaha pertambangan.

Di tahun 1980-1990an, jalan sepanjang Samarinda – Balikpapan, terhampar kebun-kebun lada milik petani. Pelintas jalan dapat dengan mudah melihat tumbuhan perdu ini berbuah. Namun saat ini luas bekurang,  kebun lada yang berada dipinggir jalan karena adanya keanekaragaman komoditi lainnya, selain tanaman lada.

"Dengan harga penjualan tinggi, petani lada diharapkan dapat menikmati kembali penghasilan dari panen komoditi yang sempat mereka tinggalkan beberapa tahun terakhir ini sehingga upaya mengembalikan kejayaan lada di Kaltim bukanlah hal yang mustahil," ungkap Etnawati optimis. (rey/disbun)

SUMBER : BIDANG PRODUKSI


Artikel Terkait