Produksi Kakao Indonesia Diprediksi Turun 11 Persen
20 Maret 2012 Admin Website Artikel 268

JAKARTA. Produksi kakao dari Indonesia kemungkinan akan mengalami penurunan 11 persen dalam lima tahun ke depan dikarenakan petani mulai beralih ke komoditas lain. K elapa sawit dan tanaman karet yang dipandang lebih menguntungkan.

Pada saat ini tanaman pohon kakao hanya mencapai 1,5 juta hektar, dan bisa kemungkinan mengalami penuruan menjadi 1,3 juta hektar dalam 5 tahun kedepan.

"Output dari bahan coklat ini bisa turun 400.000 ton, yang merupakan tingkat terendah sejak 2004 akibat dari konversi lahan yang mencapai 150 persen per hektar," kata Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi, Syahrul R Sempurnajaya, Selasa (20/3/2012).

Pada tahun 2012, menurut informasi Asosiasi Kakao Indonesia panen akan mencapai 450.000 ton, meningkat dari tahun sebelumnya yang m encapai 435.000 mt. Pada tahun 2004, produksi kakao hanya mencapai 382.000 ton. Imbas hasil yang rendah karena penuaan pohon, penyakit dan hama telah mengurangi pendapatan para petani kakao.

Petani kakao Indonesia mendapatkan sekitar Rp 8 juta per t ahun per hektar, jauh lebih rendah dibandingkan dengan pendapatan lebih dari Rp 20 juta dari kelapa sawit dan perkebunan karet. Indonesia merupakan produser minyak sawit terbesar di dunia dan penghasil kedua untuk karet.

Ekspor kakao Indonesia akan meningkat pada tahun ini menjadi 225.000 ton, meningkat dari 200.000 ton pada 2011, sementara konsumsi lok al relative stabil antara 200.000 225.000 ton.

SUMBER : KOMPAS, SELASA, 20 MARET 2012

 


Artikel Terkait