Produksi Kakao Harus Tembus 4.500 Ton
16 Januari 2013 Admin Website Artikel 285
TANJUNG REDEB. Program gerakan nasional (Gernas) kakao yang dikembangkan di Kabupaten Berau selama tiga tahun terakhir, ditarget mampu meningkatkan produksi perkebunan rakyat. Hingga akhir 2012, tercatat sekitar 4.057 hektare kebun terbangun di beberapa kecamatan sentra kakao, baik dari program revitalisasi perkebunan kakao maupun peremajaan atau rehabilitasi kebun kakao masyarakat.

Kepala Bidang (Kabid) Produksi Junaidi mengatakan,   program Gernas dengan pola sambung samping Kakao yang dilaksanakan sejak tahun 2011 lalu memang menunjukkan hasil yang signifikan.

Itu dibuktikan dengan produksi kebun masyarakat yang setiap tahun terus mengalami peningkatan. "Pola yang dijalankan ini cukup bagus, peningkatan produksi setiap tahun juga meningkat," katanya.

Dijelaskan, bahkan tahun ini, melalui pendampingan dan pelatihan, pihaknya menargetkan peningkatan produksi yang ditarget 4500 ton, dengan rata-rata per hektarenya sekitar 1,5 ton. Ini terhitung dari luasan 4.057 hektare yang berproduksi maksimal 3.000 hektare dengan produksi 1,5 ton per hektare, yang dapat mencapai 4.500 ton.

Junaidi menambahkan, sebelum adanya program gernas, minat masyarakat untuk mengembangkan budidaya kakao terbilang rendah. Bahkan tidak sedikit perkebunan kakao yang musnah terserang hama, maupun yang ditelantarkan oleh pemiliknya, dan beralih ke peruntukan lain. "Kami optimistis, dengan adanya program ini, peningkatan produksi kakao di daerah dapat lebih meningkat kembali," jelasnya.

Diungkapkannya, dengan adanya program sambung samping yang telah berjalan, perkebunan kakao mulai menggeliat kembali dan para pelaku diusaha ini semakin bersemangat. Untuk itu, pihaknya pun memberikan dukungan, yakni program pendampingan dan pelatihan bagi petani kakao di sejumlah kecamatan. Termasuk dukungan Pemprov pada tahun 2013 yang akan membangun perkebunan kakao dengan luasan lahan hingga 100 hektare. "Kami terus memberikan dukungan bagi petani kakao di dalam daerah, sehingga budidaya tanaman ini dapat terus berkembang," ungkapnya.

DIKUTIP DARI KALTIM POST, RABU, 16 JANUARI 2012

Artikel Terkait