Produksi CPO Capai 200 Ton Per Jam
25 Maret 2013 Admin Website Berita Daerah 324
Produksi CPO Capai 200 Ton Per Jam

SANGATTA. Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Kutim Akhmadi Baharuddin mengatakan produksi Crude Palm Oil (CPO) dari hasil pengembangan perkebunan kelapa sawit di daerah ini, terus meningkat drastis. Hal itu terjadi berkat kegiatan perkebunan yang semakin luas, dan produksi tandan buah segar (TBS) sawit terus bertambah.

"Kelapa sawit yang tertanam sudah kurang lebih 300 ribu hektare. Luas panen diperkirakan mencapai 250 ribu hektare. Dalam kurun waktu kurang lima tahun kedepan bisa  mencapai 500 ribu hektare," kata Akhmadi yang dibenarkan Abdul Halim Johar dari Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (Gapki) belum lama ini.

Akhmadi menyebutkan, dari potensi pengembangan hingga 500ribu hektare dimasa datang, setidaknya dibutuhkan 50 pabrik kelapa sawit (PKS). Sekarang menurutnya, Kutim sudah bisa mengolah 1.000 ton perjam TBS. Sedangkan kalau dikonversi ke CPO, hasilnya sama dengan 200 ton CPO.

"Mengingat pengembangan perkebunan kelapa sawit Kutim terus berlanjut didukung kebijakan Pemkab, maka tidak bisa dipungkiri bahwa semakin lama produksi TBS sawit Kutim juga semakin besar," tambahnya.

Lantaran produksi CPO terus meningkat, Kutim memerlukan outlet pembangunan kawasan industri dan pelabuhan internasional Maloy. Kutim sendiri saat ini sudah memiliki 19 unit PKS, dan menjadikan Kutim memiliki pabrik terbanyak diantara daerah lain di Kaltim. Pada tahun 2013 dan 2014 depan akan ada lagi beberapa PKS yang selesai dibangun.

"Tercatat PKS se Kaltim sebanyak 49 unit, artinya hampir 50 persennya ada di Kutim. Kemudian Kutim juga memiliki satu unit pabrik kernel oil atau pabrik pengolahan inti kelapa sawit," lanjut Akhmadi.

Sedangkan Abdul Halim Johar dari Gapki mengatakan, perkebunan kelapa sawit yang berkembang pesat di Kutim merupakan potensi pengembangan ekonomi kerakyatan yang tepat. Program dimaksud harus dibarengi pembangunan fasilitas yang baik, peningkatan infrastruktur dan terus mendapat dukungan semua pihak.

"Tujuannya, agar semua bisa bergerak dan terus berkembang. Dua tahun lagi sampai masa jabatan pak Isran berakhir, 25 PKS itu pasti terbangun", kata Dudung - sapaan akrab Abdul Halim Johar.

Dudung yakin, Kutim dan Provinsi Kaltim umumnya akan lebih berkembang dari beberapa daerah lain di Indonesia, khususnya dilihat dari industri sektor perkebunan kelapa sawit.  Terkait produksi CPO Kutim yang semakin meningkat, dia berharap agar kawasan  industri dan pelabuhan internasional di Maloy bisa segera rampung dan bisa digunakan sebagai outlet. Sebab, apabila produksi CPO Kutim dan Kaltim yang semakin meningkat tidak difasilitasi dengan outlet, dikhawatirkan tidak akan berjalan maksimal.

DIKUTIP DARI KALTIM POST, SENIN, 25 MARET 2013


Artikel Terkait