Petani Nelayan Diajari Pemanfaatan Internet
12 Mei 2011 Admin Website Artikel 290

SAMARINDA - Pelaksanaan Penas XIII Petani - Nelayan di Tenggarong, Juni mendatang juga akan diisi kegiatan untuk peningkatan kapasitas dan komunikasi petani berbasis komputer dan internet. Pelatihan ini dimaksudkan membantu para petani dan nelayan dalam interaksi jaringan informasi agribisnis mereka.

"Salah satu tujuan yang diharapkan dari pelatihan ini adalah membangun sistem informasi agribisnis melalui jaringan komputerisasi, website dan internet," kata Koordinator Seksi Pengembangan Jaringan Informasi Agribisnis Penas XIII, HM Jauhar Efendi, Rabu (11/5) di ruang kerjanya.

Pelatihan pengembangan jaringan informasi agribisnis ini rencananya akan diberikan kepada 360 peserta dari 33 provinsi di Indonesia dengan masing-masing 10 peserta. Peserta pelatihan lainnya akan ditentukan oleh panitia dan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA).

Pelatihan ini akan membantu para petani dan nelayan untuk membangun jaringan informasi agribisnis dan berinteraksi satu dengan yang lainnya. Sehingga dengan demikian, diantara para pelaku usaha dan lembaga-lembaga informasi dapat berinteraksi secara langsung untuk memudahkan alur informasi seputar pengembangan dan pemasaran produk pertanian mereka.

"Sasaran utamanya adalah agar para peserta Penas dapat mengenal teknologi informasi dan komunikasi dengan lebih baik. Mereka dapat mengakses internet, informasi pasar, pemasaran produk pertanian, serta akses terhadap sumber-sumber informasi agribisnis dan teknologi pertanian lainnya," beber Jauhar.

Peserta akan memulai pelatihan sejak 18 Juni 2011, usai pembukaan Penas XIII oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pelatihan akan dilanjutkan hingga 22 Juni 2011, sehari sebelum penutupan Penas. Pemateri akan dihadirkan dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Jakarta dan akan dibantu dengan asistensi Diskominfo Kaltim.

Untuk mendukung pelaksanaan pelatihan ini, pihak panitia akan menyiapkan bandwith 3 mbps (megabyte persecon) dengan 40 komputer yang akan terkoneksi dengan jaringan internet. Selain itu, Diskominfo Kaltim juga menyiapkan mobile community acces point (MCAP) yang juga dilengkapi komputer dan jaringan internet.

Beberapa materi yang akan diberikan kepada para petani nelayan itu adalah pemanfaatan internet, layanan surat elektronik atau email, layanan informasi situs web e-petani, layanan informasi situs web forum konsultasi, layanan sms center dan layanan situs Kementerian Pertanian dan KTNA.

SUMBER : HUMAS PROV. KALTIM

Artikel Terkait