Pengamanan Stadion Aji Imbut Ditingkatkan
15 Juni 2011 Admin Website Artikel 403
SAMARINDA - Komandan Korem 091/Ajie Suryanata Kusuma (ASN), Letkol Inf Aries Martanto menegaskan, demi kelancaran pembukaan Penas XIII Petani dan Nelayan yang akan dihadiri Wakil Presiden, Boediono, di Tenggarong, Kutai Kartanegara dilakukan pengamanan maksimal.

Saat ini Stadion Aji Imbut dan lokasi demplot terus dilakukan peningkatan pengamanan, bagi pihak-pihak yang berkepentingan terkait pelaksanaan Penas diharapkan lebih tertib dan bila perlu dengan penggunaan tanda pengenal khusus.

"Sekarang ini masuk ke Stadion Aji Imbut harus lapor Kodim Tenggarong karena lokasinya sudah seteril, plastic saja sudah tidak terlihat,"tegasnya.

Guna menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, jangan sampai ada pihak-pihak tidak bertanggung jawab mencoba untuk berbuat hal-hal yang tidak dinginkan dengan tujuan mengganggu kelancaran kegiatan tersebut. Setiap hari areal Penas sudah dijaga sejumlah petugas TNI, bagi peserta yang masuk ke lokasi Stadion Aji Imbut, harus benar-benar sesuai nama dan photo pada pengenal yang dikenakan.

"Saya sudah mengecek panggung VVIP, ternyata masih lentur terpaksa kami minta diperbaiki demi kenyamanan para tamu," ungkapnya. Soal makanan juga mendapat perhatian serius, untuk menjaga jangan sampai acara besar ini, terjadi insiden yang dapat merugikan peserta, misalnya masuk rumah sakit karena makanan kurang bersih.

Danrem juga menyarankan kepada para ibu-ibu agar tidak membawa tas. Karena tas akan membuat lama pemeriksaan, sebelum berangkat ke lokasi disarankan makan dulu karena kalau sudah masuk stadion tidak bisa keluar kecuali ke toilet.

Sedangkan pengamanan kedatangan kepala negara akan ditangani Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres) yang di bawah komando (BKO) TNI dan Polri. Danrem menyarankan ketika kepala negara ke demplot ,jangan sampai peserta keluar gedung yang akhirnya menutup jalan padahal waktu sangat terbatas hanya sekitar satu jam.

"Kalau peserta yang jumlahnya 30 ribu orang, semua ingin melihat kegiatan kepala negara di demplot, tentunya akan membuat kesulitan bagi pihak keamanan untuk mengatur," tegas Danrem.

SUMBER : HUMAS PROV. KALTIM

Artikel Terkait