Lima Komoditas Masuk Instrumen Komoditas Syariah
13 Oktober 2011 Admin Website Artikel 338

JAKARTA, KOMPAS.com —Direktur PT Bursa Berjangka Jakarta M Bihar Sakti Wibowo menyampaikan, ada lima komoditas yang masuk dalam instrumen komoditas syariah. Peluncuran dari instrumen ini sendiri akan dilangsungkan siang ini di Hotel Kempinski, Jakarta.

"Produk yang ditransaksikan untuk saat ini yang sudah siap adalah kakao, biji mete gelondongan dan kulit ari, kopi arabika asalan dan grade A," ujar Bihar kepada sejumlah wartawan sebelum acara berlangsung di Jakarta, Kamis ( 13/10/2011 ). Bihar menyebutkan, komoditas akan bertambah secara bertahap nantinya.

Komoditas yang mungkin akan ditambah adalah CPO, olein, dan batubara. "Rumput laut juga bisa melalui mekanisme ini," tambah dia.

Sebenarnya, terang Bihar, instrumen tujuan utamanya untuk memenuhi kebutuhan likuiditas perbankan. Dengan begitu, ia melihat ada potensi yang luar biasa dari likuiditas perbankan ini. Bisa mencapai triliunan rupiah. "Tiga bulan pertama ini, (misalkan) satu bank (butuh likuiditas) Rp 5 miliar satu hari kalau ada 10 perbankan saya rasa cukup besar," ujar dia ketika ditanyai mengenai target perdagangan komoditi syariah ini.

Tantangan bagi perusahaan, terang dia, adalah mensosialiasikan pedagangan komoditi sehingga masuk ke syariah.

DIKUTIP DARI KOMPAS, KAMIS, 13 OKTOBER 2011


Artikel Terkait