Lahan Tidur Jadi Kebun Sawit
03 Juli 2014 Admin Website Berita Daerah 352
Lahan Tidur Jadi Kebun Sawit

SANGATTA. Bupati Kutim Isran Noor mengatakan, dampak pembangunan perkebunan kelapa sawit didaerah ini sudah dirasakan masyarakat. Apabila sebelumnya lahan hanya merupakan lahan tidur yang ditumbuhi alang-alang sehingga sering mudah terbakar, sekarang sudah berubah menjadi kebun sawit.

"Yang penting, sekarang tidak pernah lagi terjadi musibah kebakaran seperti dulu, karena lahan tidur sudah menjadi kebun sawit dan dirawat dengan baik. Meskipun ada kebakaran, pihak perusahaan secepatnya berusaha memadamkan api," kata Isran Noor sebelum melakukan peletakan batu pertama pembangunan pabrik kelapa sawit (PKS) PT. Sinergi Agro Industri (SAI) di Kecamatan Sandaran, belum lama ini.

Isran mengaku bangga lantaran keberadaan kebun sawit bisa dirasakan masyarakat secara langsung. Terutama mampu mengangkat derajat kehidupan masyarakat, baik di pedalaman maupun pesisir Kutim.

Hadir pada acara itu Wabup Ardiansyah Sulaiman, Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) seperti Dandim 0909/Sangatta Letkol Inf  Andi Gunawan dan Wakapolres Kompol Ahmad Fanani. Selanjutnya Ketua DPRD Alfian Aswad, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Ismunandar, Asisten Pemerintahan Syarifuddin. Kemudian sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)  dan Undangan.

Kedatangan Bupati dan rombongan di Sandaran ini merupakan rangkaian safari Ramadhan dan kunjungan kerja. Kesempatan tersebut dimanfaatkan jajaran Pemkab Kutim melakukan silahturahmi dengan masyarakat daerah pesisir.

Sementara itu CEO PT. Sinergi Agro Industri (SAI) Velayuta menyatakan, keberadaan perusahaan perkebunan kelapa sawit di Sandaran telah mampu membuka peluang kerja bagi masyarakat, baik warga local maupun pendatang. Hal ini terlihat jumlah penduduk mencapai sekitar 5.000 jiwa bermukim disekitar lokasi perkebunan kelapa sawit PT. SAI.

Pihaknya memiliki komitmen tinggi dalam mewujudkan bidang usaha yang berkelanjutan, guna memberdayakan masyarakat local. Salah satunya, sejak tahun 2008 bekerja sama dengan perguruan tinggi melakukan pembekalan dan training bagi pekerja agar menjadi lebih prefesional.

"Saat ini, kami mengelola kebun sawit seluas 8.000 hektare, sehingga diperlukan sebuah pabrik untuk menampung produksinya kelak. Sehingga sekarang kita bakal membangun pabrik dan diharapkan memiliki dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitarnya. Pabrik ini memiliki kapasitas 90 ton per jam dan merupakan yang terbesar di Sandaran," jelasnya.

DIKUTIP DARI KALTIM POST, KAMIS, 3 JULI 2014 


Artikel Terkait