Kutai Barat Layak Jadi Sentra Perkebunan Kaltim
13 Juni 2021 Admin Website Berita Daerah 49
Kutai Barat Layak Jadi Sentra Perkebunan Kaltim

KUTAI BARAT. Kabupaten Kutai Barat dengan luasan wilayah sebesar 20,381,59 km2 dan terdiri dari 16 kecamatan dan 194 desa ternyata mempunyai luasan areal perkebunan sebesar 202.585 Ha dengan jumlah tenaga kerja perkebunan sebanyak 49.948 orang.

“Dari data tahun 2020 yang tertera pada papan informasi saat acara ternyata di Kubar mempunyai perkebunan Lada seluas 126 Ha dengan produksi 5 ton, Kelapa seluas 1.061 Ha dengan produksi 202 ton, Kakao seluas 505 Ha dengan produksi 19 ton dan Karet dengan luas 45.249 Ha berproduksi sebanyak 26.077 ton. Kemudian ada tentu perkebunan Kelapa Sawit seluas 153.870 Ha dengan produksi sebesar 1.293.587 ton” kata Muhammad Faisal Kadiskominfo Prov Kaltim.

Khusus untuk perkebunan kelapa sawit dimana sudah ada 6 pabrik di Kutai Barat dengan data untuk tahun 2020 adalah, “Kapasitas terpasangnya 355 ton/jam dan kapasitas terpakai sebanyak 346,82 ton/jam, Dengan TBS 1.2993.567 Ton, Kernel 62.893,88 ton dan CPO 328.151,58 Ton,” lanjut Faisal menyampaikan.

Nah, tak salah dalam sambutannya Gubernur Kaltim Isran Noor pada kunjungan ke perkebunan karet di Kampung Juaq Asa, Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kubar mengatakan, “Di Barong Tongkok ini memang awalnya areal perkebunan, karena tanahnya seperti ini warnanya, ciri-ciri tanah yang subur mengandung nutrisi yang bagus bagi tanaman warnanya ya seperti ini, padahal disini tidak ada gunung berapi, dari zaman Jepang dan Belanda disini sudah jadi perkebunan” kata orang nomor 1 Kaltim ini.

Jadi tanah disini subur dan ini merupakan peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan perkebunan terutama karet, “Karet bukan saja untuk keperluan industri hilir, tapi juga bisa untuk campuran aspal sehingga menghasilkan kualitas jalan yang bagus. Jadi para petani karet, sawit, lada atau apapun perkebunan dia adalah orang-orang yang memiliki prospek dan pandangan yang bagus ke depan atau visioner,” lanjut Isran yang juga sangat menguasai hal ini karena beliau mantan penyuluh di awal karier PNS nya, disambut tepuk tangan riuh para anggota kelompok tani yang hadir.

SUMBER : SEKRETARIAT


Artikel Terkait