Catatan Kunjungan Disbun Kaltim ke Negeri Laskar Pelangi (2)
09 Desember 2011 Admin Website Artikel 304

TANJUNG PANDAN. Setelah mengadakan kunjungan ke Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Belitung, rombongan dari Disbun Kaltim melanjutkan perjalanan dengan mengunjungi Desa Air Kundur, Kecamatan Mambalong, Kabupaten Belitung.

Kunjungan ini merupakan satu salah rangkaian acara orientasi lapangan dalam rangka Rapat Koordinasi Teknis Perkebunan Kaltim 2011 yang terdiri 35 orang peserta dari Dinas Perkebunan Provinsi Kaltim dan Kabupaten/Kota se Kaltim. Selaku ketua rombongan dipimpin oleh Kepala Bidang Produksi, Ir.H. Yus Alwi Rahman.

Setibanya di kebun lada yang terletak di Desa Air Kundur, Kecamatan Mambalong ini, para rombongan disambut oleh Sahroni, Ketua Kelompok Tani Perintis. Dalam kesempatan kali ini, diadakan diskusi mengenai teknis pengembangan dan budidaya tanaman lada di Belitung mulai penyediaan bibit, budidaya hingga pasca panen. Selain guna mempelajari sistem pembiayaan dan sumber - sumber pembiayaan yang mendukung pengembangannya, juga mempelajari sistem kelembagaan, pemasaran dan penyiapan SDM petani pada pengembangan tanaman lada.

Kunjungan orientasi lapangan ke Beltung ini merupakan studi banding kegiatan Gerakan Lokal Lada di Kalimantan Timur yang baru dimulai tahun ini, mengingat Kabupaten Belitung merupakan daerah yang berhasil mengembangkan komoditas lada di Indonesia.

Sampai dengan beberapa waktu lalu, lada merupakan salah satu komoditas ekspor unggulan Kalimantan Timur yang cukup penting, yang dikenal dengan mutu white pepper Samarinda. Setelah harga komoditi tersebut jatuh di pasaran dunia sampai pada titik yang paling rendah dan bencana kebakaran lahan serta kemarau panjang yang melanda Kalimantan Timur tahun 1982 yang lalu produksi lada Kalimantan Timur menurun secara drastis, sehingga sejak saat itu Kalimantan Timur tidak lagi tercatat sebagai pengekspor  lada.

Hasil dari kunjungan ini diharapkan menambah wawasan, pengalaman dan pengetahuan peserta mengenai budidaya dan pengelolaan tanaman lada sehingga dapat diterapkan di Kalimantan Timur. Selain itu diperoleh juga beberapa informasi mengenai pola baru dalam pengembangan komoditi lada sehingga dapat membantu petani dalam meningkatkan pendapatannya. Serta menjadi referensi dalam sistem penyediaan bibit, budidaya, pengolahan dan pemasaran hasil tanaman lada.

"Diharapkan dengan adanya orientasi lapangan ini bisa menjadi ajang pertukaran ilmu antara petugas perkebunan Kaltim dengan petugas perkebunan di Belitung"  harap Yus Alwi Rahman. (rey)
 
SUMBER : SUB BAGIAN PERENCANAAN PROGRAM

Artikel Terkait