Kaltim Tempat Paling Tepat Berinvestasi
18 Juni 2012 Admin Website Artikel 307
SAMARINDA. Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak memberi jaminan dan keyakinan bagi pelaku usaha atau investor bahwa Kalimantan Timur merupakan tempat paling aman dan tepat untuk berinvestasi.

"Saya yakinkan bahwa Kaltim merupakan salah satu daerah yang paling baik untuk berinvestasi," kata Awang Faroek usai peresmian pabrik ammonium nitrate milik Kaltim Nitrate Indonesia (KNI) di Kota Bontang, Jumat (15/6).

Sejauh ini menurut dia, Kaltim merupakan daerah cukup kondusif. Kaltim juga memberikan jaminan kepastian hukum khususnya mengenai status lahan yang akan digunakan para investor.

Selain itu, pemprov telah membentuk instansi teknis yang secara khusus menangani perijinan secara terpadu yang melingkupi seluruh SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) yang berkaitan dengan perijinan investasi, melalui Badan Perijinan dan Penanaman Modal Daerah (BPPMD) Kaltim. Badan ini pun telah terkoneksi dengan seluruh wilayah kabupaten dan kota diKaltim. Sehingga, pelayanan perijinan bagi pihak yang ingin berinvestasi diberikan semudah mungin dengan waktu yang cepat dan transparan.

Dengan kemudahan perijinan yang disiapkan, Penanaman Modal Asing (PMA) di Kaltim berada pada posisi 5 besar dari 33 provinsi di Indonesia. Sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), Kaltim berada di posisi 3 besar secara nasional. bahkan Kaltim menjadi bagian 10 regional champion investasi di Indonesia.

Tahun lalu dari target investasi yang hanya Rp32 triliun melampaui mencapai Rp38 triliun dan tahun ini, ditargetkan lebih dari Rp42 triliun. Sebab, hanya untuk pabrik Pupuk Kaltim V saja sudah mencapai Rp7 triliun.

"Termasuk investasi untuk batu bara, pengembangan sektor minyak dan gas bumi pada dua blok. Selain, beberapa sumur besar yang berpotensi untuk dikembangkan," jelas Awang.

Dalam pengembangan sektor migas di beberapa perusahaan besar seperti Chevron dan Total Indonesie serta perusahaan lainnya. Termasuk untuk investasi di sektor pertanian seperti pengembangan program food and rice estate yang melibatkan BUMN dan swasta nasional.

Ditambahkan Awang, khusus untuk program Sejuta Hektare Sawit saat ini sudah hampir mencapai angka tersebut. Tentunya, subsektor ini akan terbuka peluang usaha yang besar bagi pengembangan produk hilirnya.

"Saya mengharapkan agar para bupati dan walikota untuk terbuka menerima investasi di daerah. Terutama untuk tetap memelihara kondisi keamanan dan kedamaian di daerah, sehingga dengan modal itu para investor akan semakin tertarik untuk datang ke Kaltim," harap Awang.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengharapkan agar kondisi yang sudah terjaga dengan baik ini agar tetap dipertahankan dan keterlibatan masyarakat sangat di perlukan untuk memeliharanya.

"Saya yakin dengan pertumbuhan investasi yang besar di daerah akan memberikan imbas yang sangat positif bagi peningkatkan kesejahteran masyarakat termasuk Kaltim ini. Karenanya, kondisi yang sudah kondisif dan terjaga ini hendaknya tetap terpeliharan. Semua menjadi tanggungjawab kita bersama baik pemerintah, masyarakat dan swasta," ujar Purnomo.

Ditambahkannya, sesuai dengan potensi yang sumber daya alam khususnya dari sektor minyak dan gas bumi, maka Kaltim akan terus dikembangkan termasuk dalam waktu dekat untuk kegiatan yang sama yang dilakukan perusahaan batutara di Kutai Timur. (yans/hmsprov)

SUMBER : HUMAS PROV. KALTIM

Artikel Terkait