Kaltim Targetkan Rasio Desa Berlistrik 100 Persen
25 April 2014 Admin Website Berita Kedinasan 351
Kaltim Targetkan Rasio Desa Berlistrik 100 Persen
SAMARINDA. Salah satu target pencapaian pembangunan yang dicanangkan Pemprov Kaltim adalah peningkatan rasio elektrifikasi sebesar 80 persen dan rasio desa berlistrik sekitar 100 persen sebagaimana tertuang dalam RPJMD Kaltim 2014-2018.
 
Asisten Pembangunan Setdaprov Kaltim HM Sa’bani mengatakan Pemprov mendorong pengembangan dan pemanfaatan limbah cair kelapa sawit (palm oil mill effluent/POME) sebagai sumber energi listrik (gas methane).
 
"Dalam upaya meningkatkan pelayanan listrik maka Dinas Perkebunan bekerjasama Dinas Pertambangan Kaltim didukug GIZ (lembaga kerjasama negara Jerman) telah mendorong terbentuknya Kemitraan Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) POME,"  ujar Sa’bani pada soft launching PLTBg POME untuk Listrik Pedesaan, Selasa (22/4).
 
Pembentukkan Kemitraan PLTBg POMR ini menurut Sa’bani  bertujuan menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi pengembangan dan pemanfaatan limbah cair kepala sawit sebagai sumber energi terbarukan di daerah.
 
Berdasarkan perhitungan kasar dengan menggunakan rasio produktifitas dengan pengolahan kapasitas terpasang sebesar 2.360 ton TBS per jam. Dengan kondisi tersebut maka Kaltim mampu memproduksi tambahan listrik dari POME sebesar 53.68 MW.
 
"Jika diasumsikan untuk kebutuhan listrik perusahaan sawit penghasil POME sebesar 30 persen. Sisanya kita dapat meningkatkan elektrifikasi (ketersediaan energi listrik) sekitar 4,4 persen bagi masyarakat," ujarnya.
 
Selain manfaat penghematan keuangan karena tidak harus membeli BBM diesel untuk pembangkit, perusahaan juga mendapat manfaat stabilitas energi listrik sekaligus berkontribusi pada masyarakat dengan memasok listrik murah melalui PLN untuk listrik pedesaan.
 
"Kemitraan PLTBg POME yang dibangun bersama Pemkab Kutim dan Berau, PLN, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia dan GIZ berupaya menciptakan iklim investasi kondusif dengan memberikan kemudahan bagi perusahaan sawit mengembangkan program ini di daerah masing-masing," jelas Sa’bani.(yans/adv)

SUMBER: BIDANG PERLINDUNGAN

Artikel Terkait