AS Tak Halangi Masunya CPO dari Indonesia
26 Oktober 2012 Admin Website Artikel 310
JAKARTA. Amerika Serikat (AS) tidak berniat menghalangi minyak sawit mentah (CPO) masuk ke negara tersebut. Negara adidaya itu hanya ingin memastikan bahwa CPO Indonesia masuk kategori renewable fuel standard (RFS2).
 
Assistant Administrator Office of Air and Radiation at the US EPA Regina McCarthy mengatakan, untuk mencari kepastian tersebut, delegasi US EPA telah berkunjung ke Riau pada Senin (22/10). Kunjungan itu untuk melihat manajemen kebun sawit dan fasilitasnya dalam mengurangi gas rumah kaca (GRK) dan berinteraksi dengan petani.
 
"Kami tidak bermaksud menghalangi CPO RI masuk ke AS. Kami memang sedang melakukan studi tentang persyaratan yang akan digunakan dalam mengkategorikan minyak sawit RI dalam RFS2, Isu ini sangat penting bagi kedua negara, makanya kai ingin mempelajari lebih banyak", kata dia di Jakarta, Selasa (23/10).
 
McCarthy menuturkan, pihaknya telah berkunjung ke pabrik sawit dan berinteraksi dengan petani. Hal itu nantinya akan mempengaruhi keputusan US EPA. Semua itu ditempuh US EPA untuk menghasilkan keputusan lingkungan terbaik, sehingga Indonesia dan negara lainnya tetap bisa mengekspor biofuel ke AS.
 
Sementara itu, Wakil Ketua DMSI Derom Bangun mengatakan, pihaknya menyambut gembira kunjungan delegasi US EPA ke kebun sawit PT Musim Mas di Riau untuk mengambil sampel data standar GRK. Dalam kunjungan itu, delegasi US EPA melihat penggunaan alat penangkap gas metana (methane capture facility) di pabrik pengolahan kelapa sawit. Fasilitas itu untuk menangkap gas metana dari kolam pembungan limbah PKS sehingga tidak terlepas ke udara.

DIKUTIP DARI DAILY INVESTOR, RABU, 24 OKTOBER 2012

Artikel Terkait