Pabrik CPO di Kutim Terus Bertambah
16 Oktober 2013 Admin Website Berita Daerah 304
Pabrik CPO di Kutim Terus Bertambah
SANGATTA. Selama 14 tahun, Kutai Timur mengalami berbagai peningkatan di sejumlah sektor. Melalui program unggulan Gerbang Taman Makmur, Kutim terus melakukan pembenahan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara mandiri.
 
Pembangunan sektor pertanian dalam arti luas yang menjadi salah satu unggulan Pemkab Kutim melalui Gerbang Taman Makmur terus berlanjut sampai sekarang. 
 
Hal ini sesuai dengan keinginan pemerintah menjadikan Kutai Timur sebagai pusat agrobisnis dan agroindustri sehingga terus dipacu dengan melibatkan berbagai pihak. Menjalin kerja sama semua elemen masyarakat dan perguruan tinggi maupun pemerintah pusat serta pemerintah Provinsi Kaltim.
 
Jika tahun 2002 lalu sentra perkebunan kelapa sawit hanya berada di dua kecamatan, Muara Wahau dan Kongbeng, kini sudah menyebar hampir ke seluruh kecamatan, meski belum begitu besar seperti di dua kecamatan tersebut. Tidak menutup kemungkinan bakal dibangun pabrik CPO di sejumlah kecamatan karena tanaman kelapa sawit terus mulai berkembang dan berproduksi.
 
Pembangunan perkebunan sawit pada tahun 2000 seluas 1.235 hektare dengan produksi 172 ton. Seiring dengan perkembangan komoditas kelapa sawit telah terbangun pabrik CPO sebanyak 4 unit yang secara keseluruhan memiliki kapasitas produksi sebesar 120 ton/jam. Pada tahun 2008 produksi kelapa sawit sudah mencapai 287.213,9 ton.
 
Sekarang, luas lahan perkebunan kelapa sawit di seluruh Kutim tercatat sekitar 300.168,92 hektare. Sedangkan pabrik Crude Palm Oil (CPO) sebanyak 19 unit dengan kapasitas produksi 565 ton/jam. Sedangkan produksi kelapa sawit sudah mencapai 508.596,18 ton.
 
Untuk perkebunan kelapa sawit ini, Pemkab Kutim menargetkan 350.000 hektare hingga 2011. Lantas 2016 ditargetkan mencapai 500.000 hektare lahan perkebunan kelapa sawit, baik perusahaan perkebunan swasta besar maupun kebun rakyat. Hal ini merupakan wujud dukungan Kutim terhadap program 1 juta hektare di Kalimantan Timur. Dengan luas lahan yang dimiliki sekitar 1,4 juta hektare, pengembangan tanaman kelapa sawit optimis bisa dicapai.
 
Potensi perkebunan dan pertanian di Kutim yang cukup besar menjadi incaran kalangan investor. Pasalnya, iklim investasi di daerah ini cukup kondusif serta mendapat dukungan masyarakat. Keberhasilan pembangunan sektor perkebunan kelapa sawit ini juga diikuti dengan pembangunan pabrik CPO yang dilakukan sejumlah perusahaan.
 
"Pemerintah memprogramkan pembangunan perkebunan kelapa sawit kerja sama antara investor dan masyarakat melalui program pola kemitraan. Dengan demikian, baik masyarakat maupun perusahaan akan maju bersama dalam membangun perkebunan. Melalui pola tersebut, diharapkan masyarakat tidak hanya menjadi penonton, namun berperan aktif dalam membangun perkebunannya serta ikut menjaga aset yang dimiliki," kata Bupati Isran Noor.

DIKUTIP DARI KALTIM POST, JUMAT, 11 OKTOBER 2013

Artikel Terkait