Genjot Produksi Kakao Kaltim
17 November 2014 Admin Website Berita Daerah 372
Genjot Produksi Kakao Kaltim
SAMARINDA. Janji Presiden Joko Widodo yang akan menganggarkan Rp 1,2 triliun untuk rehabilitasi dan perbaikan kebun kakao di Indonesia guna mendukung target menjadi produsen kakao terbesar dunia direspons baik oleh Anggota DPRD Kaltim Hermanto Kewot.
 
Menurutnya, potensi perkebunan kakao Kaltim terbilang potensial. Kaltim sejatinya salah satu penghasil kakao Indonesia, meskipun arealnya relatif kecil dibanding dengan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah, tetapi bagi petani di beberapa tempat di Kalimantan Timur, komoditas tersebut dijadikan sebagai mata pencaharian yang utama.
 
"Dengan adanya janji Presiden Jokowi tersebut tentu sangat mendukung untuk peningkatan produksi komoditas kakao di Kaltim," ucapnya.

Dia menuturkan, beberapa daerah yang tercatat sebagai sentra penanaman kakao di Kalimantan Timur seperti Kabupaten Berau (Kecamatan Talisayan), Kota Samarinda (Sempaja dan Berambai), dan Kabupaten Kutai Timur (Teluk Pandan). Di beberapa tempat lainnya juga terdapat areal perkebunan kakao dalam luasan yang relatif kecil. Luas areal pertanaman kakao menurut statistik tahun 2012 sebesar ± 30.712 ha dengan produksi biji kakao kering sejumlah 23.562 ton.
 
Sayangnya, produksi komoditas kakao di tiap tahunnya cenderung menurun. Dengan adanya anggaran yang dijanjikan presiden tersebut, diharapkan SKPD terkait, seperti Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim lebih serius menggenjot komoditas ini. Selain melakukan rehabilitasi dan perbaikan area kebun kakao, caranya adalah dengan menunjang operasional petani kakao.
 
"Harus lebih didorong mengingat agrobisnis adalah bidang yang digadang bakal melejit dan menjadi primadona PAD Kaltim mengimbangi pendapatan pertambangan dan sawit. Selain itu, banyak potensi besar kakao jika diolah dan dikemas apik.
 
Bukan rahasia lagi jika Arab Saudi menjadi konsumen besar olahan komoditas ini, dengan perhatian yang lebih pada komoditas ini bukan tidak mungkin Kaltim turut mendukung Indonesia untuk menjadi produsen kakao terbesar dunia," tuturnya. (adv/lin/oke/tom/k15)

SUMBER : KALTIM POST, SELASA, 11 NOVEMBER 2014

Artikel Terkait