Galakkan Tanaman Karet
08 Juli 2013 Admin Website Berita Daerah 305
Galakkan Tanaman Karet
SANGATTA. Camat Batu Ampar Darmansyah mengatakan, saat ini ketergantungan masyarakat terhadap sektor perkebunan dan pertanian cukup besar. Selain mengembangkan padi gunung sebagai kekuatan pangan, masyarakat di enam desa dalam wilayah Batu Ampar juga mengembangkan tanaman karet sebagai basis kekuatan perekonomian untuk jangka panjang.
 
"Semua desa di Batu Ampar masing-masing Batu Timbau, Benua Harapan, Himba Lestari, Mawai Indah, Mugi Rahayu, dan Desa Telaga masih sangat mengandalkan sektor perkebunan dan pertanian. Bahkan sekarang petani sedang gencar mengembangkan perkebunan karet," katanya.
 
Mengapa warga memilih tanaman karet, karena harga karet stabil, mulai dari pengepul hingga di pasar internasional sangat terjaga. Indonesia sebagai negara produsen karet terbesar kedua di dunia setelah Thailand, harus mengejar target utama menjadi nomor satu.
 
"Setahu saya perkebunan karet di Indonesia masih didominasi petani di Sumatera. Warga Kutim perlu menggiatkan perkebunan karet rakyat di Kalimantan. Yang jelas, hal ini sangat menguntungkan masyarakat," terangnya.
 
Dari enam desa, warga Desa Telaga paling giat mempertahankan dan mengembangkan perkebunan karet dimaksud. Mereka yakin tanaman ini memiliki prospek yang cukup cerah dan dapat diandalkan di masa mendatang.
 
Kepala Desa Telaga Fadli mengatakan bahwa sektor pertanian dan perkebunan merupakan tiang penyangga ekonomi warga, mengingat hampir secara keseluruhan penduduk Telaga berprofesi sebagai petani.
 
"Karena mengandalkan pertanian sebagai penggerak perekonomian masyarakat, maka ada tiga komoditas unggulan yang diminati warga untuk terus dikembangkan. Masing-masing karet, padi gunung, dan lada. Mengapa karet menjadi yang terdepan, karena selain harganya stabil. Kalau pun terjadi penurunan tidak terlalu drastis dibanding dua komiditas lainnya. Kelompok tani di Desa Telaga didukung pihak Dinas Pertanian dan Peternakan, terutama dalam hal bantuan bibit karet," terangnya.
 
Fadli mengaku terus berupaya mendorong masyarakat  agar mengembangkan komoditas karet untuk perkebunan rakyat. Diyakini karet merupakan sumber penghasilan jangka panjang masyarakat, agar kesejahteraan keluarga petani akan terjamin.
 
"Hasilnya untuk memperbaiki perekonomian keluarga, terutama untuk menyekolahkan anak-anak hingga ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, selain memenuhi kebutuhan lain," terang Kades Telaga ini.

DIKUTIP DARI KALTIM POST, SENIN, 8 JULI 2013

Artikel Terkait