Engkuni dan Eheng Dilirik Buka Kebun Kelapa Sawit
30 Juni 2008 Admin Website Artikel 280
#img1# Saat ini dikatakannya Kampung Engkuni Pasek dan Kampung Pepas Eheng yang sudah dilirik oleh salah satu investor untuk pengembangan kelapa sawit dan tidak tertutup kemungkinan untuk kampung yang lainnya. "Masyarakat yang memiliki potensi lahan untuk kelapa sawit diharapkan untuk mendukung program ini, karena keuntungannya bisa dikatakan lumayan besar," kata Theresia.

Ia mengatakan itu, setelah belum lama ini mengunjungi Pusat Penelitian Kelapa sawit (PPKS) di Medan, 4-5 Juni 2008. Bertujuan, untuk mengetahui sejauh mana perkebunan kelapa sawit untuk dikembangkan di Kecamatan Barong Tongkok.

Ia menjelaskan, bahwa ilmu yang didapatkan setelah kunjungan tersebut, akan ia sampaikan kepada semua Petinggi, Kepala Adat beserta seluruh masyarakat di 21 kampung dalam wilayah Kecamatan barong Tongkok melalui penyuluhan-penyuluhan dalam waktu dekat ini.

Ia menambahkan, bahwa penyuluhan-penyuluhan tersebut tidak hanya sebatas masalah perkebunan sawit dengan berbagai keuntungannya tetapi juga disertai dengan penyuluhan bidang-bidang lain seperti kesehatan, ekonomi, dan pendidikan secara terpadu dengan bekerjasama dengan instansi-instansi terkait.

Menanggapi penolakan terhadap program perkebunan kelapa sawit ini, ia menjelaskan, bahwa dari beberapa orang yang menolak tersebut karena mereka belum mengetahui sepenuhnya tata cara pengelolaan perkebunan kelapa sawit saat ini, sehingga perlu dilakukan sosialisasi secara intensif seperti yang ia akan lakukan.

Dari pengalaman yang ia dapatkan bahwa perkebunan sawit tersebut akan mengurangi jumlah pengangguran dan meningkatkan jumlah uang akan beredar di kampung. Karena dari perkebunan itu nanti tidak hanya pekerja di perkebunan secara langsung. "Tetapi pekerja diunit lain seperti dilaboratorium pelayanan yang meliputi laboratorium minyak sawit, laboratorium pupuk, laboratorium tanah dan daun serta laboratorium air dan limbah seperti yang ia sudah kunjungi," katanya.

DIKUTIP DARI KALTIM POST, SABTU, 28 JUNI 2008

Artikel Terkait