Enam Pabrik CPO di Pedalaman Kutim
15 November 2010 Admin Website Artikel 297
SANGATTA- Pembangunan di kawasan pedalaman Kutim, terutama 8 kecamatan di wilayah zona II dinilai mengalami memajuan yang cukup  pesat. Mulai dari infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sampai pertanian dalam arti luas sangat dirasakan masyarakat.
 
    Penilaian itu disampaikan Ketua Forum Komunikasi Benteng Mawakal Kutim H Mugeni, mewakili warga masyarakat di 8 kecamatan pedalaman Kutim. Menurutnya, pemerintah kabupaten Kutim saat ini sangat peduli dengan pembangunan di kawasan pedalaman, sehingga perekonomian masyarakat juga terus meningkat setiap tahunnya.
 
    “Sebagai contoh, pembangunan infrastruktur yang sudah dilaksanakan sangat dirasakan masyarakat, seperti jembatan Batu Balai, SDC, Muara Ancalong dan Muara Wahau yang masih dalam pengerjaan. Pembangunan fasilitas jembatan seperti ini sangat menggambirakan an dirasakan masyarakat guna memutus islolasi masyarakat desa, sehingga transportasi lebih lancar,” kata Mugeni.
 
    Bahkan saat ini juga sedang dalam tahap perencanaan pembangunan jembatan di Muara Dun. Kebijakan ini dinilai sangat tepat karena dapat memperlancar transportasi dan komunikasi bagi masyarakat pedalaman. Hasil-hasil pertanian dan perkebunan juga semakin lancar dipasarkan ke kota setelah infrastruktur membaik.
 
    Dijelaskan, pemerintah kabupaten Kutim juga memiliki kepedulian sangat tinggi terhadap pembangunan di kawasan pedalaman. Hal itu terbukti dengan dibangunnya berbagai fasilitas umum di pedalaman. Selain jembatan dan jalan desa maupun kecamatan, fasiitas pendidikan juga terus dibangun dan dikembangkan.
 
    Bahkan di seluruh Kutim, baik di Sangatta maupun wilayah pesisir juga memperoleh perhatian yang besar dengan porsi yang proporsional serta sesuai skala prioritas yang ada. Tak heran jika masyarakat juga sudah merasakan hasil pembangunan yang telah dicapai selamaini, sehingga kesejahteraan masyarakat juga semakin membaik.
 
    Menurutnya, pembangunan perkebunan yang dikelola pihak perusahaan juga cukup maju pesat. Sebagai contoh, Mugeni yang saat ini menjabat sebagai Kadis Sosial Kutim ini memberikan gambaran pembangunan pabrik Crude Palm Oil (CPO) di pedalaman Kutim sudah ada sekitar 6 pabrik CPO. Pembangunan pabrik CPO dan perkebunan kelapa sawit ini sangat berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitarnya. Salah satu bukti nyata dalah di kecamatan Muara Wahau dan Kongbeng serta Telen yang saat ini sudah merasakan dampak positifnya setelah perkebunan kelapa sawit masuk di kawasan tersebut.

“Tenaga kerja lokal juga diberdayakan dengan baik, sehingga multiplayer effek yang ditimbulkannya sangat terlihat.  Hal ini sangat dirasakan masyarakat di pedalaman, sehingga kita sangat berterima kasih dengan pemerintah Kutim yang telah memberikan kepedulian dalam pembangunan di wilayah pedalaman kutim,” kata Mugeni.
 
DIKUTIP DARI KALTIM POST, MINGGU, 14 NOPEMBER 2010

Artikel Terkait